Manajemen Pengawasan

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan yang telah memberikan berkah kepada, sehingga berkat Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ”manajemen pengawasan” dengan baik.

Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini . Dan tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada Bapak pembimbing yang telah membimbing kami.

Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan sehingga kami berharap dari semua pihak pembaca untuk senantiasa memberikan kritik dan saran sehingga kedepannya akan menjadi lebih baik. semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri maupun pembacanya.

                                                                                                                                Bandung 17 Juni 2011

                                                                                                                                         Penyusun


BAB 1. PENDAHULUAN
Setiap organisasi atau perusahaan tidak ingin gagal dalam usahanya. Oleh karena itu banyak perusahaan menerapkan pengawasan yang tinggi guna mencegah penyimpangan yang akan terjadi. Secara sederhana pengawasan dapat dijelaskan sebagai tindakan untuk mencegah terjadinya kesalahan  dari suatu standarisasi yang sudah ditetapkan.


A.Latar belakang

Banyak kasus di suatu organisasi tidak dapat terselesaikan seluruhnya karena tidak ditepati waktu penyelesaian anggaran yang berlebihan, dan kegiatan lain yang menyimpang dari rencana semula

BAB II . Pembahasan


B. Definisi Pengawasan
Para ahli memberikan definisi pengawasan dengan penekanan pada standar, hubungan dengan perencanaan, pengukuran, evaluasi, pengendalian dan tindakan kolektif serta pencegahan. pengawasan  juga dapat di definisikan sebagai pelaksanaan standar kinerja untuk mengevaluasi, menilai, dan mengoreksi suatu tindakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan mencegah terulang kembali guna mencapai tujuan tertentu. 

Berikut adalah definisi pengawasan
1. Pengawasan yang menekankan pada standar.
Mockler dalam stoner, freeman, dan Gilbert mengemukakan bahwa fungsi pengawasan adalah upaya sistematis dalam menetapkan standar kinerja dan berbagai tujuan yang direncanakan .
Menurut Robert J .Mockler bahwa pengawasan manajemen adalah suatu sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi .

2. Pengawasan yang menekankan pada perencanaan pengukuran dan evaluasi .
Menurut stoner, foreman dan gilbert bahwa pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktivitas  yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Menurut Schermerhorn bahwa pengawasan sebagai proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang  dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang  telah ditetapkan tersebut.

Menurut Newman bahwa pengawasan adalah suatu usaha untuk menjamin agar pelaksanaan sesuai dengan rencana.

3. Pengawasan yang menekankan pada pengendalian, tindakan kolektif dan pencegahan.
George R Terry mengemukakan bahwa pengawasan adalah untuk menentukan apa yang telah dicapai, mengadakan evaluasi atasnya dan mengambil tindakan-tindakan kolektif bila diperlukan, untuk menjamin agar hasilnya sesuai dengan apa yang direncanakan .

Menurut Henry Fayol bahwa pengawasan terdiri dari dengan maksud untuk memperbaikinya dan mencegah terulang kembali.

C. Prinsip-prinsip pengawasan.
Agar pengawasan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka perlu adanya prinsip-prinsip dasar pengawasan. diantaranya adalah:
a). Adanya rencana tertentu dalam pengawasan.
b). Dapat mengetahui berbagai sifat dan kebutuhan dari berbagai kegiatan yang diawasi.
c). Dapat segera dilaporkan adanya berbagai bentuk penyimpangan.
d). Bersifat fleksibel, dinamis, dan ekonomis.
e). Dapat mengetahui pola organisasi
e). Dapat menjamin diberlakukan tindakan kolektif.

D. Fungsi pengawasan.
Fungsi pokok dari suatu pengawasan adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau  kesalahan-kesalahan, memperbaiki adanya berbagai macam penyimpangan atau kesalahan yang terjadi, organisasi / perusahaan serta segenap kegiatan manajemen lainnya, mempertebal rasa tanggung jawab.

E. Jenis-jenis pengawasan.
1. Pengawasan internal
Internal Pengawasan adalah pengawasan yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya. cakupan dari pengendalian intern ini meliputi hal hal yang cukup luas baik pelaksana tugas, prosedur, sistem, hasil, kehadiran.

2.Audit control
Audit control adalah pengendalian atau penilaian atas masalah- masalah yang berkaitan dengan pembukaan perusahaan. jadi pengendalian atas masalah khusus yaitu tentang kebenaran pembukuan suatu perusahaan.

3. Pengawasan Luar
Pengawasan Luar adalah pengawasan yang dilakukan oleh pihak luar pengendalian dapat dilakukan secara formal atau informal.

4. Formal control
Dilakukan oleh instansi atau pejabat yang berwenang dan dapat dilakukan secara dalam maupun luar. Misalnya badan pemeriksa keuangan terhadap setiap lembaga Negara mengenai milik pemerintah. perseroan terbatas dilakukan oleh dewan komisaris.

5. informal control
Dilakukan oleh masyarakat atau konsumen baik langsung maupun tidak langsung,misalnya melalui surat kabar, majalah.


F.Tahap Proses Pengawasan
1. Tahap Penetapan Standar

Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu :
a. standar fisik
b. standar moneter
c. standar waktu



2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan

Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat

3. Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang, yang berupa atas, pengamatan, laporan, metode, pengujian, dan sampel.

4. Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisa mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagai manajer.

5. Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.

BAB III. PENUTUP
Kesimpulan
pengawasan dapat dijelaskan sebagai tindakan baik untuk mencegah terjadinya kesalahan  dari suatu standar yang sudah ditetapkan. definisi dari pengawasan ada 3 yaitu. Pengawasan yang menekankan pada standar, Pengawasan yang menekankan pada perencanaan pengukuran dan evaluasi dan Pengawasan yang menekankan pada pengendalian, tindakan kolektif dan pencegahan. Agar pengawasan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka perlu adanya prinsip-prinsip dasar pengawasan. Fungsi pokok dari suatu pengawasan adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau  kesalahan-kesalahan, memperbaiki adanya berbagai macam penyimpangan atau kesalahan yang terjadi, organisasi / perusahaan serta segenap kegiatan manajemen lainnya, mempertebal rasa tanggung jawab.


DAFTAR PUSTAKA
Andi Djemma University press, Manajemen umum, Makassar.
www.google.com

0 komentar:

Poskan Komentar