Tolong Koreksi Saya, Sahabat.!!



Maraknya kembali “Partai Mahasiswa” akankah akan mengubah negaraku atau menjadikan negriku ini sebagai negri yang “melirik” rakyatnya. Itu pertanyaan besar bagi semua partai mahasiswa yang ada di Indonesia. Apakah visi dan misi anda benar-benar untuk mencerdaskan mahasiswa tentang dunia politik? Atau partai mahasiswa hanya ingin memperluas lahannya, agar kandidat partai ini bisa menduduki kursi yang empuk di kepemerintan sana?.

Mari mengulas sedikit mengenai perpolitikan itu sendiri. Secara terminologinya politik itu merupakan kekuasaan menjalankan Negara. Tentu sudah jelas tujuannya untuk menguasai pemerintahan Negara. Lalu hubungannya dengan partai sejauh apa, jika saya coba untuk mengerti sedikit saja dari ideology partai ialah bahwa partai politik merupakan kelompok atau kumpulan orang yang memiliki ide tertentu/nilai untuk mengendalikan pemerintah dan menjalankan kekuasaan berdasarkan nilai yang dianut.

Lalu apakah sebenarnya partai mahasiswa itu? Mungkin ada yang bisa menjawabnya?. Jika kita berpikir sejenak, artinya partai mahasiswa merupakan komunitas mahasiswa yang memiliki nilai/ide bersama untuk suatu tujuan tertentu (contohnya aspirasi mahasiswa) dan INDEPENDENT. Lalu bisakah mahasiswa membedakannya dengan PARTAI POLITIK MASUK KAMPUS (PPMK)?. Kita harus sadari itu, bahwa perbedaan yang sangat tipis ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang menginginkan “lahannya” menjadi luas.

Ingat teman-teman, sesungguhnya PARTAI MAHASISWA dan PARTAI POLITIK MASUK KAMPUS itu sangat jauh perbedaannya. Kita bisa lihat dari letaknya, jika partai mahasiswa pasti INDEPENDENT sementara PPMK pasti dibawah naungan partai politiknya. Artinya mahasiswa dijadikan sebagai lahan barunya untuk mendapatkan jumlah suara ketika masanya tiba. Lalu bagaimana dengan fungsi/potensi, posisi, dan peranan mahasiswa yang notabenenya masyarakat yang ideal dan kritis. Bukankan ketika dibawah naungan PPMK akan menjadi mengutamakan kepentingan golongan?.

Lalu bagaimana mahasiswa seharusnya, apakah kita tinggal diam, dan menerima segala yang terjadi tanpa kita “bermain” dengan politik itu?. Tentu tidak, oleh karena itu, mahasiswa sebagai kaum idealis dan kritis, kita bermain politik dengan cara kita, yaitu “berpolitik tanpa tujuan politik”. Supaya apa?, supaya kita bisa melihat dan terus mengkaji mana yang benar dan mana yang salah, itulah peranan kita sebagai mahasiswa Guardian of Value dan Agent of Change.

Harapan saya, sebagai pemuda negri ini semoga kedepannya, setiap kita melangkah selalu memikirkan apa yang harus kita langkahkan kedepannya. Ibaratnya kita bermain catur, tentu tidak asal bermain kalau kita ingin maju (menang).

0 komentar:

Poskan Komentar