Seuputar Ramadhan

Pendahuluan
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang agung, sebagaimana sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam,
“Islam itu didirikan di atas lima perkara; Bersaksi tiada sesembahan yang hak melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa Ramadhan dan berhaji ke Baitullah.” ( Muttafaq ‘alaih)
Allah Ta’ala berfirman, artinya ” …dan makan munumlah hingga terang bagimu benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempunakanlah puasa itu sampai (datang) malam…” (QS. al-Baqarah: 187)
“Dan tiada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) adalah yang disengaja di hatimu.” (QS. al-Ahzab : 5)
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA :
SEBELAH KIRI DARI MANTAN PACAR KITA.
kanan, maka adalah dapat membatalkan puasa juga.
sedangkan jika menyentuh kedua bagian tersebut
secara bersamaan, maka dosanya menjadi double.
MUHRIMNYA.
yang bukan muhrimnya, maka puasa kita tidak batal,
tetapi orang lain yang bukan muhrimnya tersebut
puasanya menjadi batal. tetapi, jika kita turut
merasa enjoy, maka puasa kita batal juga.
menyaksikan film porno, maka puasa kita tetap batal.
hanya saja, orang yang melompat-lompat berarti lebih
batal.. karena berarti gembira disaat nonton film
porno.
mengenai alat kelamin lawan jenis kita. jika air
ludah tersebut tidak mengenai alat kelamin lawan
jenis, dan diulang terus hingga alat kelamin lawan
jenis tersebut akhirnya terkena air ludah dan
kemudian menjadi basah, maka puasa kita tetap batal.
berlari sekuat tenaga menuju rumah pelacuran adalah
dapat membatalkan puasa. sedangkan berlari sekuat
tenaga tetapi tidak menuju ke tempat pelacuran,
tetapi akhirnya kemudian tersasar menuju ke tempat
pelacuran dan lalu berhubungan intim dengan salah
seorang pelacur, maka puasa orang tersebut menjadi
batal.sedangkan orang yang berlari sekuat tenaga
lalu terpeleset dan terjatuh diatas pelacur yang
tidak mengenakan selembar kain apapun, dan lalu
orang tersebut juga sudah telanjang, maka puasanya
juga menjadi batal.
berteriak-teriak waktu siang hari disaat berhubungan
intim dengan lawan jenis adalah dapat membatalkan
puasa.sedangkan orang yang mendengar teriakan orang
yang berhubungan intim waktu siang hari, lalu orang
tersebut mengintip aktifitas tersebut dan merasa
enjoy, maka puasa orang tersebut juga menjadi batal.
melempar uang logam sehingga mengenai payudara
seorang gadis dan lalu kita mengusap-usap payudara
tersebut selama 2 jam karena kasihan terhadap gadis
tersebut adalah dapat membatalkan puasa.sedangkan
jika uang logam tersebut mengenai payudara seorang
gadis dan lalu gadis tersebut meminta kita untuk
mengulanginya (sehingga kita menjadi letih dan
haus), dan lalu kita minum teh botol bersama gadis
tersebut dan lalu gadis tersebut mengajak kita untuk
berhubungan intim dan kita menyetujuinya, maka puasa
kita menjadi batal.
memperbaiki komputer yang rusak di rumah seorang
gadis seksi dan kemudian gadis seksi tersebut
menggoda kita untuk berhubungan intim dan kemudian
kita tergoda dan akhirnya kita tidakjadi memperbaiki
komputer tetapi malah berhubungan intim, maka puasa
kita menjadi batal. sedangkan jika kita hendak
memperbaiki komputer yang rusak di rumah seorang
gadis seksi, tetapi ternyata gadis seksi tersebut
tidak memiliki komputer tetapi akhirnya kita
memperkosa gadis seksi tersebut, maka puasa kita
juga menjadi batal.
membaca buku pelajaran tetapi di dalam buku
pelajaran tersebut terdapat buku stensil “enny
arrow” adalah dapat membatalkan puasa. sedangkan
jika di dalam buku pelajaran tersebut tidak terdapat
buku stensil “enny arrow”, tetapi kita lalu meminjam
buku stensil “enny arrow” kepada seorang pelacur dan
lalu pelacur tersebut mengajak kita berhubungan
intim dan kita menyetujuinya, maka puasa kita juga
menjadi batal.
duduk sambil makan nasi padang adalah dapat
membatalkan puasa.sedangkan duduk sambil menggoda
ibu penjual nasi padang, lalu berselingkuh dengan
ibu tersebut, adalah juga membatalkan puasa.

  • Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
  • Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber-AC.
  • Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, setup, ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.
  • Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.
  • Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.
  • Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak “kaget”. Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.
  • Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.
  • Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.
  • Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.
  • Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.
  • Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. “Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng.”
  • Sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).
  • Bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali.         


Berikut ini adalah petunjuk singkat mengenai puasa yang meliputi: Definisi, segi hukumnya, golongan manusia dalam soal puasa, hal-hal yang membatalkan puasa dan beberapa keutamaannya.
Definisi Puasa
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersegama mulai dari terbit fajar yang krdua sampai terbenamnya matahari.
Jadi puasa adalah ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Puasa Ramadhan wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya’ban genap 30 hari. Puasa Ramadhan wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Ramadhan disaksikan seorang yang dipercaya.
Golongan Manusia dalam Berpuasa.
1. Puasa diwajibkan kepada setiap muslim, baligh, mampu dan bukan dalam keadaan musafir (bepergian).
2. Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa dan jika ia masuk Islam tidak diwajibkan mengqadha’ (mengganti) puasa yang ditinggalkannya selama ia belum masuk Islam.
3. Anak kecil di bawah usia baligh tidak diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan untuk dibiasakan berpuasa.
4. Orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak dituntut untuk mengganti puasa dengan memberi makan, walau pun sudah baligh. Begitu pula orang yang kurang akalnya dan orang pikun.
5. Orang yang sudah tidak mampu untuk berpuasa disebabkan penyakit, usia lanjut, sebagai pengganti puasa ia harus memberi makan setiap hari satu orang miskin (membayar fidyah).
6. Bagi seseorang yang sakit dan penyakitnya masih ada kemungkinan untuk dapat disembuhkan, jika ia merasa berat untuk menjalankan puasa, maka dibolehkan baginya tidak berpuasa, tetapi harus mengqadha’nya setelah sembuh.
7. Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui jika dengan puasa ia merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan anaknya, maka dibolehkan tidak berpuasa dan kemudian mengqadha’nya di hari yang lain.
8. Wanita yang sedang dalam keadaan haidh atau dalam keadaan nifas, tidak boleh berpuasa dan harus mengqadha’nya pada hari yang lain.
9. Orang yang terpaksa berbuka puasa karena hendak menyelamatkan orang yang hampir tenggelam atau terbakar, maka ia mengqadha’ puasa yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.
10. Bagi musafir boleh memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa. Jika memilih tidak berpuasa, maka ia harus mengqadha’nya di hari yang lain. Hal ini berlaku bagi musafir sementara, seperti berpergian untuk melaksanakan umrah, atau musafir tetap, seperti sopir truk dan bus (luar kota), maka bagi mereka boleh tidak berpuasa selama mereka tinggal di daerah (negeri) orang lain dan harus mengqadha’nya.
Beberapa Rukhsah yang Tidak Membatalkan Puasa.
1. Jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang membatalkan puasa disebabkan lupa atau tidak mengerti atau pun tidak sengaja, maka puasanya tidak batal. Berdasarkan ayat, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.” (QS. al-Baqarah : 286)
2. Jika orang yang sedang berpuasa makan dan mimun karena ia yakin bahwa matahari telah terbenam, maka puasanya tidak batal; dan tidak batal pula puasa orang yang makan dan minum karena yakin bahwa fajar belum terbit (padahal yang sebenarnya waktu sahur telah habis, red).
3. Jika orang yang sedang berpuasa berkumur, lalu masuk sebagian air ke dalam tenggorokannya tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Dan tidak batal puasa seseorang yang ketika tidur bermimpi (hingga keluar mani), karena tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut batal.
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Hal-hal yang membatalkan puasa ada delapan:
1. Melakukan jima’ (hubungan intim suami istri) pada siang hari Ramadhan bagi yang sedang berpuasa, maka wajib mengqadha’ puasanya dan membayar kafarah mughallazhah (denda berat) yaitu dengan memerdekakan seorang hamba sahaya. Jika tidak mendapatkan hamba sahaya maka wajib baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika tidak mampu, maka ia berkewajiban memberi makan enam puluh orang miskin.
2. Mengeluarkan air mani dengan cara onani atau masturbasi, mencium, memeluk, merangkul dan lain-lainnya.
3. Makan minum atau menghisap sesuatu, baik yang bermanfaat atau yang berbahaya seperti rokok.
4. Menyuntikkan obat yang dapat mengenyangkan dan dapat menahan rasa lapar, karena melakukan itu berarti sama dengan minum. Sedang menyuntikkan obat yang tidak mengenyangkan, maka hal tesebut tidak membatalkan puasa, walaupun disuntikkan pada otot atau urat nadi, baik terasa di kerongkongan atau tidak.
5. Keluar darah haidh dan nifas
6. Mengeluarkan darah dengan jalan hijamah (membekam) atau yang serupa. Sedang keluar darah dengan sendirinya atau karena mencabut gigi dan yang semisalnya, tidak membatalkan puasa, karena hal tersebut tidak termasuk dalam pengertian hijamah.
7. Muntah disengaja, tetapi jika muntah tanpa disengaja atau dibuat-buat, maka tidak batal puasanya.
8. Transfusi darah sebagai pengganti darah yang keluar, seperti seseorang yang sedang berpuasa terluka (kecelakaan dan sejenisnya) yang mengakibatkan keluarnya darah.
1. MENYENTUH-NYENTUH DENGAN SENGAJA BAGIAN PAYUDARA
sedangkan jika menyentuh bagian payudara sebelah
2. TIDUR SIANG DIATAS BADAN ORANG LAIN YANG BUKAN
sedangkan jika tidur siang dibawah badan orang lain
3. MELOMPAT-LOMPAT DI SAAT MENYAKSIKAN FILM PORNO.
sedangkan jika kita tidak melompat-lompat disaat
4. MELUDAH.
meludah adalah batal jika air ludah tersebut
5. BERLARI SEKUAT TENAGA.
6. BERTERIAK-TERIAK WAKTU SIANG HARI.
7. MELEMPAR UANG LOGAM.
8. MEMPERBAIKI KOMPUTER YANG RUSAK.
9. MEMBACA BUKU PELAJARAN.
10. DUDUK
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانٍ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahilah hidup kami di bulan Rajab dan Syakban dan sampaikanlah usia kami hingga bulan ramadhan”.
Adapun nash lengkap hadits tersebut adalah seperti yang termaktub dalam Musnad Imam Ahmad (1/259), beliau berkata:
حدثنا عبد الله ، حدثنا عبيد الله بن عمر ، عن زائدة بن أبي الرقاد ، عن زياد النميري ، عن أنس بن مالك قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل رجب قال : اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبارك لنا في رمضان وكان يقول : ليلة الجمعة غراء ويومها أزهر
Menceritakan kepada kami Abdullah, Ubaidullah bin Umar, dari Zaidah bin Abi ar-Raaqod, dari Ziyad an-Numairi, dari Anas bin Malik berkata ia, Adalah Nabi shallallohhu ‘alaihi wasallam apabila masuk bulan Rajab, beliau berdo’a ; “Ya Alloh berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami kepada Bulan Ramadhan. Kemudian beliau berkata, “Pada malam jumatnya ada kemuliaan, dan siangnya ada keagungan.
Hadits diatas memang memiliki 2 cacat; yaitu dari  Ziyad bin Abdullah An-Numairy, Berkata Yahya bin Ma’in ; Haditsnya Dhaif. Dan Abu Hatim berkata ; Haditsnya ditulis, tapi tidak (bisa) dijadikan Hujjah. Begitupun Abu ubaid Al-Ajry berkata; Aku bertanya kepada Abu Daud tentangnya, maka ia mendhaifkannya. Sementera itu Ibnu Hajr juga berkata : Ia Dhaif.
Adapun  dari jalur kedua adalah diriwayatkan oleh Zaidah bin Abi Ar-Raaqod. Yang di dalamnya Al-Bukhary berkata: Haditsnya Mungkar. Dan Abu Daud berkata : Aku tidak mengenalnya. An-Nasa’i berkata : Aku tidak tahu siapa dia. Adz-Dzahaby berkata : Tidak bisa dijadikan hujjah.
Sementara itu pula, pada sisi lain komentar Ahlul Ilmi juga menyebutkan tentang hadits diatas; Al-Baihaqiy dalam Su’abul Iman (3/375) berkata, telah menyendiri Ziyad An-Numairi dari jalur Zaidah bin Abi ar-Raqad, Al-Bukhary berkata, Hadits dari keduanya adalah mungkar. Dan Imam An-Nawawy dalam Al-Adzkar (274) berkata, kami telah meriwayatkannya dan terdapat kedhaifan dalam sanadnya.
Namun, sekalipun keberadaan haditsnya demikian rupa, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengambil ibrah darinya; yaitu senantiasa berharap kepada Allah untuk diberikan keberkahan, dan dipanjangkan umur selalu terutama pada saat memasuki salah satu bulan yang penuh dengan keberkahan.
Bahwa hari ini kita sudah memasuki hari ke 10 bulan Sya’ban, dan berarti tinggal 19 atau 20 hari lagi bulan Ramadhan akan kita jelang. Rasanya baru kemarin kita berlebaran dan merayakan Idul Fitri namun bulan Ramadhan telah hampir tiba kembali, kalau orang arab mengatakan “Ramadhan fi atabatil baab” (Ramadhan Sudah Diambang Pintu). Cepat rasanya perjalanan masa meskipun setahun tak pernah kurang dari 12 bulan. Tapi syukur alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan terus berharap bulan Ramadhan yang akan menjelang dapat segera kita hampiri. Karena itu kita selalu baca doa tersebut “Ya Allah sampaikan umur kami pada bulan ramadhan”
Karena Allah yang menggenggam umur kita semua, tidak ada yang mampu memanjangkan dan memendekkan umur manusia, kecuali Allah. Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa diri saya akan sampai pada bulan ramadhan pada tahun ini, kecuali Allah. dan tidak ada juga yang bisa menyangka bahwa dirinya akan bisa sehat dan mampu menjalankan ibadah-ibadah pada bulan ramadhan; kecuali semuanya bergantung kepada Allah. Karena itu kita selalu baca doa tersebut “Ya Allah sampaikan umur kami pada bulan ramadhan”
Betapa banyak orang yang tadinya sehat wal afiat, namun tidak mampu menjumpai bulan ramadhan karena telah dipanggil sang Maha Kuasa. Betapa banyak orang yang diberikan panjang umur hingga bulan ramadhan tiba, namun tidak bisa menjalankan ibadah dan aktivitas pada bulan Ramadhan tersebut oleh karena sakit, kondisi fisik lemah dan lain-lainnya. Dan lebih mengenaskan lagi betapa banyak orang yang diberikan kesempatan hidup, umur panjang dan kesehatan serta kemampuan, namun tidak mendapatkan keberkahan, kebaikan dan ampunan Allah SWT. Seperti yang disebutkan dalam khutbah nabi saw:
فإن الشقي من حُرِم غفران الله في هذا الشهر العظيم
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.
Karena itu kita selalu baca doa tersebut “Ya Allah sampaikan umur kami pada bulan ramadhan”
Do’a nabi saw ini: “Ya Allah sampaikan umur kami pada bulan ramadhan” adalah bentuknya umum; dengan artian kita meminta kepada Allah untuk diberikan umur hingga memasuki bulan ramadhan, kita memohon kepada Allah untuk bisa sampai melengkapi aktivitas dan ibadah pada bulan ramadhan secara maksimal. Dan terlebih lagi kita kita memohon kepada Allah agar kita termasuk orang yang mendapatkan keberkahan, ampunan dan dibebaskan dari api neraka pada bulan ramadhan.
Kini t’lah datang Bulan Ramadhan menghampiri kita.. Bulan mulia, bulan Barokah dan Sejahtera
Allah telah memberikan bulan yang penuh pengampunan..Dan Rasul pun telah mengagungkan bulan kerahmatan
Sambutlah kedatangannya, Tunaikanlah perintah-Nya.. Teguhkanlah hati, mantapkan jiwa tuk meraih keridhaan-Nya
Jagalah Lisan dari ucapan dusta… dan jagalah telinga dari ungkapan nista
Jagalah mata dari penglihatan tercela… dan Jagalah jiwa dari nafsu amarah
Agar dapat derajat Taqwa… Ayo kita sama-sama puasa .. di Bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Semoga puasa senantiasa menjaga kita, walaupun ujian menghadang tetaplah bersabar.. Karena Allah telah menjanjikan… Surga yang penuh kenikmatan
Iringilah selalu dalam ibadah, niat ikhlas karena Allah.. dan ingatlah selalu Dzikir kepada-Nya
Perbanyaklah Ibadah tuk mendapat rahmat dan hidayah-Nya… dan perbanyaklah selalu doa tuk mendapatkan ampunan-Nya..
Jangan tinggalkan puasa dan qiyam lailnya.. dan jangan lupakan pula tilawah qur’an dan tadabburnya..
Jangan malu ajak tetangga, teman dan kerabat untuk berbuka bersama… niscaya pahala darinya kita dapat meraihnya..
Bersedekahlah selalu setiap harinya… Bayarkanlah zakat fitrah sesuai dengan perintah-Nya.
Dan marilah kita selalu bersegera menunaikan perintah-Nya… niscaya kita meraih taqwa-Nya
Mari kita baca selalu do’a para pendahulu kita… semoga Allah kelak mengabulkannya..
اللهم سلمني إلى رمضان وسلم لي رمضان وتسلمه مني تقبلاً
“Allahumma sallimni ila ramadhan wa sallim li ramadhan wa tasallumahu minni taqabbalan” (Ya Alah selamatkanlah kami hingga bulan ramadhan ke depan, dan pertemukan untuk bulan ramadhan dan terimalah seluruh amal kami pada bulan ramadhan”.

0 komentar:

Poskan Komentar