Nasihat Untuk Sahabat


Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, barang siapa yang diberi petunjuk olehNya maka tidak ada yang mampu menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkanNya maka tidak ada yang mampu untuk memberinya petunjuk. Shalawat serta Salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita yang mulia Muhammad SAW., para sahabatnya, serta orang-orang yang mengikuti jalan hidup beliau sampai hari kiamat kelak, Amin.

Alloh Ta’ala berfirman dalam surat at-Tahrim yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan kelurgamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari batu dan manusia.(QS. At-Tahrim: 6)


Oleh karena itu melalui ayat yang mulia ini, saya sebagai bagian dari keluarga yang telah mengetahui sedikit dari hukum agama merasa berkewajiban untuk menyampaikan seruan Alloh dalam ayat diatas sebagai hujjah(alasan) dihadapan Alloh kelak bahwasanya saya telah menyampaikan apa yang semestinya saya sampaikan. Dan maaf sebelumnya, saya disini bukan untuk mengajari akan tetapi hanya sekedar mengingatkan saja karena sesungguhnya manusia tidak akan bisa luput dari salah dan lupa. Alloh berfirman yang artinya:
Berilah peringatan karena peringatan itu bermanfaat bagi kaum mukminin (QS. Ad-Dzariyat: 55)

Ukhti yang saya cintai karena Alloh, semoga Rahmat Alloh selalu tercurahkan kepada ukhti sekeluarga… ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkenaan dengan tujuan kita diciptakan oleh Alloh SWT. didunia ini, yang pertama:

Kalau kita ditanya apa sebenarnya tujuan hidp kita didunia yang fana ini, maka saya yakin semua sepakat bahwa kita hidup didunia hanya untuk beribadah kepada Alloh Tuhan semesta alam, demikianlah yang telah difirmankan oleh Alloh SWT. yang artinya:
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu saja (QS. Ad-Dzariyat: 56)


Maka konsekuensi dari ayat yang mulia diatas adalah melaksanakan ketaatan kepada Alloh yaitu dengan mentauhikanNya (mengesakanNya) dalam segala ibadah kita, serta menjauhkan segala bentuk kesyirikan(menduakan) Alloh dalam beribadah.Ibadah (amalan) seperti yang sama-sama kita ketahui ada dua bentuk, yaitu amalan hati dan amalan anggota badan. Diantara amalan hati yaitu niat, takut, cinta, berharap, tawakal, dsb. Adapun amalan badan yaitu shalat, puasa, zakat, do’a, istigosah, dsb. Maka semua amalan ini hanya ditujukan kepada Alloh semata tidak boleh ditujukan kepada selain Alloh, apakah itu kepada nabi, para malaikat, manusia, dsb, karena itulah yang dinamakan syirik yang bisa menghapuskan semua amalan-amalan kita, apabila sampai mati kita belum bertobat, maka Alloh tidak akan mengampuni dosa kita. Alloh berfirman yang Artinya:
Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa syirik dan Alloh mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki (QS. An-Nisa: 48)
Lihatlah betapa ruginya orang yang berbuat syirik, sudah capek beramal malah yang didapatkan adalah neraka dan dia kekal didalamnya, Na’udzu billah min dzalik.


Kemudian yang kedua yang hendaknya kita perhatikan, yaitu hendaknya kita beribadah kepada Alloh sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi kita yang mulia, dan apabila tidak sesuai contoh nabi maka amalan itu akan tertolak meskipun kita ikhlas melakukan amalan tersebut karena Alloh, berdasarkan sabda Nabi yang artinya:
Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam agama kami ini maka amalan tersebut tertolak(HR. Bukhori-Muslim) dan dalam riwayat imam muslim Nabi bersabda yang artinya:
Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada contohnya dari kami maka amalan itu tertolak.


Agama islam adalah agama yang sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi karena Alloh telah berfirman yang artinya:
Pada hari ini telahKu sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan nikmatKu atas kalian, dan telah Aku ridhoi islam sebgai agama bagi kalian (QS.al-Maidah:3)


Berkenaan dengan surat ini ada sebuah kisah menarik..seorang yahudi pernah berkata kepada amirul mukminin Umar bin khottob:
Wahai amirul mukminin sesungguhnya Tuhan kalian telah menurunkan sebuah ayat yang apabila ayat tersebut diturunkan kepada kami maka kami akan jadikan sebagai hari raya..kemudian umar bertanya ayat apakah itu? Maka yahudi tersebut membacakan surat Al-Maidah:3. Maka tidak ada suatu amalan yang bisa memasuki seorang hamba kedalam surga kecuali Nabi telah memerintahkannya, dan tidak ada amalan yang memasukan hamba kedalam neraka kecuali Nabi telah melarangnya.Dan mengikuti sunnah Nabi wajib sebagai konsekuensi cinta kepada Alloh. Alloh berfirman yang artinya:
Katakanlah wahai Muhammad kalau kalian cinta kepada Alloh maka ikutilah aku.
Dan Alloh berfirman yang artinya:
Taatilah Alloh dan taatilah Rosul dan pemimpin diantara kalian(QS.an-Nisa:59)

Dan dua hal inilah yang menjadi konskuensi Syahadat LA ILAHA ILLALLOHU MUHAMMADUN ROSLULLOH, keduanya tidak dapat dipisahkan dan tidak sah amalan seorang hamba apabila ditujukan kepada selain Alloh dan tidak pula amalan itu diterima kalau tidak sesuai dengan sunnah Nabi SAW.

Kemudian yang ketiga yang perlu untuk diperhatikan bagi seorang muslimah yang mengaku cinta kepada Alloh dan RosulNya yaitu sesungguhnya Alloh telah mewajibkan kepada semua kaum muslimah semuanya tanpa terkecuaili untuk menutup aurat mereka kecuali muka dan telapak tangan, dan menyalahinya adalah sutu dosa yang sangat besar, dan Alloh telah mengancam dengan ancaman yang sangat keras. Dalam sebuah hadis diceritakan tatkala peristiwa Isro’ dan Mi’roj Alloh memperlihatkan kepada Nabi dua buah kaum yang tidak pernah dilihat oleh nabi sebelumnya, artinya dua kaum tersebut tidak ada pada zaman Rasululloh. Salah satu dari kaum itu adalah wanita yang berpakaian tapi telanjang berjalan berlenggak lenggok dan rambutnya seperti punuk unta, mereka disiksa dalam neraka dan mereka tidak mendapatkan bau surga.
Pakaian tapi telanjang maksudnya seorang memakai pakaian yang tipis sehingga membntuk warn kulit, serta membentuk lekuk tubuh. Ada juga yang mengatakan memekai pakaian yang menutup sebagian dan memuka sebagian yang lainnya.


Wahai ukhti… lihatlah betapa Alloh telah mengancam dengan ancaman yang sangat keras, apakah untuk kemewahan dunia ini engkau melanggar perintah Alloh sedangkan dunia yang engkau cintai ini akan engkau tinggalkan, ataukah karena taat kepada suami? Begitukah cara kita taat kepada suami? ya.. Alloh memang menyuruh kita untuk taat kepada suami bahkan malaikat akan melaknat seorang wanita yang tidak memenuhi ajakan suami meskipun kita dalam keadaan letih sampai fajar datang. Akan tetapi buakankah kita sama-sama mengetahui bahwa Alloh hanya menyuruh kita taat hanya dalam perkara-perkara yang dibolehkan syari’at? Apakah membuka aurat itu dibolehkan dalam syari’at karena alasan taat kepada suami? Tentu jawabannya tidak, karena nabi pernah bersabda yang artinya:
Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Alloh (al.hadits)

Wahai ukhti yang saya cintai karena Alloh.. kalau memang suami ukhti memang mencintai ukhti, maka diapun akan senang apabila engkau beribadah kepada Alloh, karena setiap lelaki hanya mengharapkan istri yang solehah sebagai pendamping hidupnya dunia dan akhirat, kecuali orang yang dalam hatinya ada penyakit hati.
Wahai ukhti.. kalau engkau tidak memakai hijab karena alasan belum siap, lalu apakah engkau lebih siap menjadi penghuni neraka yang bahan bakarnya dari batu dan manusia? Tidaklah engkau rasakan didalamnya kecuali penderitaan tanpa henti, engkau makan buah zaqum yang apabila buah tersebut jatuh kebumi maka hancurlah bumi ini, dan engkau minum nanah yang baunya tak pernah engkau rasakan dibumi manapun. Na’udzu billah min dzalik.
Wahai ukhti.. apakah engkau tidak memakai hijab karena hatimu belum suci? Bisakah hatimu suci dengan terus bermaksiat kepda Alloh? Demi Alloh itu mustahil. Siapakah yang lebih suci hatinya dari Nabi kita yang mulia? Sampai- sampai diiriwayatkan beliau shalat malam sampai kaki beliau bengkak. Dan tatkala ditanya, wahai Rasululloh kenapa engkau beribadah sampai seperti ini padahal Alloh telah mengampuni semua dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang? Maka Beliau menjawab: tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur? Subhanalloh.

Maka sekaranglah saatnya wahai ukhti untuk kembali kejalan Tuhanmu yang telah menciptakanmu, memberimu rezeki, serta segala kenikmatan yang jika engkau menghitungnya niscaya engkau tidak akan sanggup. Malulah wahai ukhti pada Dzat yang telah memberimu segala kenikmatan. Alloh tidak mengharapkan balasan dari kita karena Alloh maha kaya. Alloh berfirman yang Artinya:
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu saja. Aku tidak mengharapkan dari mereka rizki dan tidak pula aku mengaharapkan mereka memberiKu makan (QS. Ad-Dzariyat: 56-57)
Bukankah sama manusia saja kita malu karena dia telah memberikan semua keperluan kita? Lalu bagaimana dengan Alloh yang kalau Dia marah, maka tidak ada lagi tempat untuk berlindung. Bertaubatlah kepada Alloh karena sesungguhnya Alloh maha menerima taubat, dengan syarat nyawa itu belum sampai tenggorokan.

Ukhti sekali lagi saya bukan mengajari, akan tetapi hanya mengingatkan dan membangunkanmu dari mimpi burukmu.Semoga Alloh memberikan kita taufik dan hidayahnya untuk tetap istiqomah dalam melaksanakan ibadah dan menjauhi semua larangan-laranganNya.

0 komentar:

Poskan Komentar