cerita cinta


hmh.,,cinta.,,??? aq sendiri bingung dengan cinta.,,.apa yang selama ini kurasakan itu adalah
cinta.,,?? guru peMbiMbing ci sering bilang.,,cinta di dunia hanya ada 3.,,cinta kepada allah.,cinta kepada rasul dan cinta kepada orangtua..sisanya.,.,?? ya.,.,CINTA MONYET.,.,
( Lusiana Sri )


J9nLah tkuT jKa qT sdn9 jtUh cnTa krna jtH cnTa a/ krunia y9 trindh y9 aLLah brkn pd qT,.
wLopUn trkdn9 jtH cnta tU mNyktkn,.^.^
n’ jKa kmU mNcnTai sSorn9 j9n pRnH tkUt u/ mEn9un9kpkN.y,.
Pa pUn jwbN y9 kn kmU trma tU LaH y9 trbaiK u/ kdua.y . . . . .,
( Evi Nurfa )


kesimpulannya adalah cinta merupakan suatu anugrah dari ALLAH SWT yang harus kita syukuri,bila kau ingin ingin berpacran ya.. lakukanlah secara islam dgn baik2 tp jawabannya situ sekalian bisa ga ??
( Eki Andika)


Cinta=ber9etar kLo ktemu dy.. Grogi.. Jd salting deh!
He..
( Siti Ernawati )



Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
(wiki.com)


Itu tadi beberapa definisi cinta dari sahabat2ku, menarik juga ternyata setiap orang mendefinisikan cinta itu berbeda2 trgantung pemahaman mereka akan cinta itu sendiri. Yang jadi pertanyaan sekarang kenapa setiap orang selalu berbeda dalam mendefinisikan cinta ? menurutku karena cinta itu kata sifat bukan kata benda maka sulit didefinisikan mufakat, artinya setiap orang punya caranya dan pemahaman sendiri dalam mendefinisikannya tergantung apa yang mereka rasakan tentang cinta tersebut. berbeda dengan kata benda akan lebih mudah didefinisikan karena benda jelas terlihat.
Akan tetapi justru dalam mencoba memahami cinta, ku coba menggunakan cara berpikir perbandingan tersebut, contohnya jika ingin melihat bentuk atau wujud ayam, cara terbaik untuk mengetahuinya ialah dengan melihat secara langsung bentuknya bukan hanya membaca tentangnya. Begitu juga dengan cinta jika kita ingin mengetahui apa itu cinta maka kita harus merasakan sendiri apa cinta itu atau minimal kita pernah merasakan jatuh cinta, berhubung pengalaman percintaan setiap orang itu berbeda2, maka penafsiran akan cinta pun menjadi berbeda2 juga..
Setelah mengalami sendiri bagaimana rasanya jatuh cinta, menurutku cinta itu bernilai estetika namun juga terdapat etika. Cinta bernilai estetika maksudnya ada unsur keindahan dalam proses mencintai, contohnya dalam mencintai seorang wanita berarti ada keindahan yang ada pada diri wanita tersebut yang membuat diri ini bergetar untuk mengagumi kemudian mencintainya atau juga ada yang langusng mencintainya. Benar juga kata Erna tadi di awal bergetar kalau ketemu dy, artinya bertemu dengan orang yang kita cintai. Entah itu seseorang mencintai orang lain karena keindahan fisik seperti wajahnya ataupun dalam mencintai keindahan perilaku maupun akhlaknya. Intinya ada unsur keindahan tersebut yang membuat seseorang jatuh cinta, perasaan yang hampir sama bisa kita rasakan ketika kita melihat pemandangan alam yang begitu indah maka hati ini akan merasa tenang dan kagum akan keindahannya begitu juga ketika kita mendengarkan musik terasa getaran yang membuat kita merasa nyaman akan lantunan suara musik tersebut walau kadang bahasa nyanyian atau musiknya kita tidak tahu. Menurutku proses mencintai juga akan hilang seiring hilangnya rasa keindahan dalam diri sesuatu yang kita cintai, jika seseorang mencintai keindahan fisik atau perilakunya maka jika fisiknya maupun perilakunya itu hilang keindahannya seperti perilakunya menjadi buruk yang membuat keindahannya semakin berkurang maka sang pencinta pun akan sedikit demi sedikit kehilangan rasa cintanya, seperti pemandangan alam tadi atau musik tadi jika pemandangan alam itu ada noda dan bunyi musik tidak sesuai nadanya maka hilanglah kekaguman kita akannya..
Disamping estetika bagiku cinta juga terdapat etika dalam mencintai, Etika itu berasal dari peraturan-peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang. Dalam hal ini terdapat peraturan yang dibuat oleh Allah dalam mencintai seseorang dan peraturan yang dibuat oleh Allah itu berlaku mutlak dan absolut berbeda dengan peraturan yang dibuat manusia, Contohnya dalam menjalani proses keindahan cinta tersebut atau ketika perwujudan cinta itu sudah salah sasaran dan bermuara kepada nafsu, nafsu sendiri bagiku ialah daya hidup yang bekerja pada tubuh sedang cinta bekerja dari dalam jiwa. ketika nafsu yang merubah peranan cinta maka ada etika atau peraturan Allah yang mengikat seperti tidak boleh melakukan perzinahan bagi pasangan yang sedang menjalin suatu hubungan. Banyak orang yang menafsirkan keindahan cinta atau mendalami keindahan cinta dengan merasakan juga kenikmatan tubuh masing-masing pasangan seperti mencumbuinya ataupun melakukan hubungan seksual pra nikah ataupun perselingkuhan bagi yang sudah menikah. Kita jangan terpaku akan kenikmatan fisik saja dalam memahami keindahan cinta ada hal lain yang lebih indah daripada proses seksual tersebut, makanya Allah membuat aturan supaya manusia bisa merasakan kenikmatan dan keindahan yang tiada tara yang dapat dirasakan oleh tubuh dan jiwa kita.
Mencintai itu merupkan sebuah kebebasan karena setiap orang bebas tuk mencintai dan dicintai. Tapi kebebasan bukan berarti tanpa aturan, “kebebasan seseorang itu dibatasi oleh kebebasan orang lain”, begitu juga dalam mencintai seseorang, kebebasan kita tuk mencintai seseorang dalam hal ini mencintai lawan jenis dibatasi oleh kebebasan orang yang kita cintai tersebut dalam mencintai orang lain pula. Dalam hal ini kita harus menghormati hak-hak kebebsan tersebut, artinya tanpa paksaan dalam mendapatkan cinta seseorang, Mencintai adalah hak setiap orang yang harus kita hargai, mungkin kita akan kecewa atau sakit hati karena cinta kita tidak terbalas karena hasrat menginginkan keindahan cinta dari seseorang tidak kita dapat, benar juga kata evi diawal tadi bahwa mencintai kadang menyakitkan. Bukankah cinta dapat merubah rasa sakit menjadi kenikmatan, mengubah racun menjadi madu, lantas mengapa cinta kadang menyakitkan seperti kata evi tadi ??
Rasa tersakiti akan cinta tersebut muncul jika cinta sang pencinta tidak terbalas seperti yang diungkap tadi, bisa juga muncul dari suatu pasangan yang sedang menjalin hubungan percintaan, mereka akan tersakiti jika cinta mereka dikhianati oleh salah seorang dari mereka. Memang cinta itu membutakan, dengan cinta kita hanya akan mengagumi orang yang kita cintai dan akan buta akan kebaikan orang lain yang tidak kita cintai, bukan karena mereka berhak kita abaikan, tetapi tanpa cinta, mata kita tak akan melihat kebaikan mereka. Seseorang yang kita cintai mungkin mempunyai keburukan juga, tetapi karena cinta melihat keindahan, kita hanya melihat kebaikan itu. Menurutku rasa sakit akan ketidakterbalasan cinta dan penghianatan cinta hanya bisa kita obati dengan cinta itu sendiri. Dalam hal ketidakterbalasan cinta, kita dapat mengobatinya dengan cinta kita akan penghargaan kebebasan seseorang dalam mencintai orang lain, dengan menghargai kebebasan berarti kita juga menghargai hak-hak azasi manusia dengan menghargai hak-hak tersebut kita bisa belajar mencintai semua manusia. Dalam pengkhiantan cinta sebenarnya ada dosa yang dilakukan oleh yang mengkhianati cinta tersebut misalkan, membiarkan kecemburuan, berlaku tidak adil, memberikan masalah, penderitaan dan lain-lain. Bukankah dosa hanya bisa ditebus dengan taubat dan ucapan maaf kepada pihak yang disakiti, untuk orang yang disakiti lihatlah kedalaman jiwa untuk dapat melihat keindahan lain yang lebih indah dan menyejukan. Bisa juga keindahan tersebut berasal dari sang pendosa cinta tersebut yang bertaubat dan memperbaiki cintanya jika pun tidak carilah keindahan cinta tersebut dari orang lain.
Seberapapun besarnya cinta kita kepada seseorang, tentulah cinta terhadap manusia itu terbatas, kesempurnaan cinta terletak pada ukuran besarnya, semakin kita mencintai sesuatu yang lebih besar atau mulia semakin sempurna cinta kita. Contohnya berawal dari mencintai kekasih dunia sampai mencintai Allah. Jika manusia telah mampu mencintai Allah berarti manusia tersebut telah mampu mencapai kesempurnaan cinta, dalam hal ini bukan berarti cinta manusia itu tidak penting, justru kita bisa memulai mencintai Allah dengan terlebih dahulu mencintai manusia. Mencintai manusia adalah langkah awal dalam memahami dan merasakan keindahan dan kenikmatan cinta Ilahi. Tanpa bisa merasakan indahnya cinta terhadap seorang manusia mustahil bisa merasakan cinta kepada Allah, karena tidak mungkin kita mencintai Allah tanpa memiliki cinta kepada manusia.

0 komentar:

Poskan Komentar