Contoh Hasil Penelitian Organisasi Dakwah

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan serta perlindungan kepada-Nya dari kejahatan jiwa dan keburukan amal perbuatan kita semua. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, tak seorangpun dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan-Nya, tak seorangpun dapat memberinya petunjuk. Laporan observasi ini disusun untuk memenuhi tugas kelompok dalam mata kuliah Studi Kebijakan Dakwah. Disamping itu laporan observasi ini kami susun berdasarkan keinginan dan dorongan dari berbagi pihak untuk menambah pengetahuan. Kendati demikian, tidak ada gading yang tak retak. Maka demi perbaikan dan penyempurnaan laporan ini, kami terbuka untuk menerima berbagai kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca. Akhirnya, kami memohon semoga Allah memberikan kemanfa’atan atas laporan ini dan melimpahkan pertolongan dan kebenaran kepada kita semua. Amin. Bandung, 18 November 2012 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 BAB I PENDAHULUAN 4 A. Latar Belakang 4 B. Tujuan Observasi 5 C. Perumusan Masalah 5 D. Metode Observasi 6 E. Landasan Teoritis 6 BAB II HASIL OBSERVASI 9 A. Gambaran Objek Observasi 9 B. Pelaksanaan Observasi 9 C. Hasil Observasi dan Pembahasan 9 BAB III KESIMPULAN 14 DAFTAR PUSTAKA 15 LAMPIRAN GAMBAR 16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Forum Silaturahmi Mubalig Muda atau disingkat menjadi FORSIMUDA yang dulunya bernama CMM (corep mubaligh muda), yang didirikan pada tahun 1999, oleh prof. Syukriadi sambas ang dulunya ini adalah salah satu kegiatan difakultas dakwah dan kini korini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi di fakultas dakwah. Dan kemudian diganti namanya menjadi sekelompok forum muda yang lebih resminya menjadi FSMM(forum silaturahmi mubaligh muda) pada tahun 2004 . yang melatar belakanginya berdirinya organisasi ini diantaranya adalah : • Keinginan menghimpun kaderisasi menjalin silaturahmi. • “ALHAQU BILANIDZOM YAGLIBUHU ALBAATILU BINIDZOM.” • Perkataan imam malik : “DUA LEBIH BAIK DARI SATU, TIGA LEBIH BAIK DARI EMPAT” dan seterusnya. • Srigala tidak pernah memangsa domba yang bergerombol, tetapi srigala akan memburu dombo yang sendirian. Maka dari itu perlulah sebuah organisasi mubaligh muda didirikan, dengan beberapa argument yang rasional dan menghindari kepunahan kader muda mubaligh muda. Adapun Visi-Misi dari organisasi ini yaitu: 1) Munadi mencetak dai yang mempunyai sifat menyeru 2) Mu’adib mencetak dai yang mempunyai mental guru yang harus gugu& ditiru 3) Muawid mencetak dai yang mempunyai sifat mempersatukan umat dalam ukhwah islamiyah. 4) Musadid mencetak dai yang berfungsi sebagai pelurus informasi karena banyak sekali potensi konflik, yang memberikan informasi simpang siur yang menyebabkan penodaan pada agama islam. 5) Mujadid mencetak dai yang mempunyai sifat pembaharu 6) Mujahid mencetak dai sebagai pejuang, punya semangat kebenaran dalam menegakan hokum, dan memberantas kejahatan. Dan hukum KUHP yang terjadi di Negara kita habis uang bebas perkara.bahkan yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya. B. Tujuan Observasi Adapun tujuan dari obsevasi yang kami lakukan ini yaitu “untuk mengetahui bagaimana proses kebijakan dalam organisasi Forum Silaturahmi Mubalig Muda (FORSIMUDA)”. C. Perumusan Masalah Berdasarkan Tujuan dari observasi ini sebagaimana yang tertera diatas maka kami merumuskannya sebagai berikut: 1 Untuk mengetahui bagaimana sejarah dan latar belakang terbentuknya forsimuda 2 Untuk mengetahui apa visi misi dari forum ini 3 Untuk mengetahui siapa pendiri pertama dari forum 4 Untuk mengetahui apa yang menjadi ideology forum ini 5 Untuk mengetahui bagaimana cara pemilihan pemimpin dalam forum ini 6 Untuk mengetahui bagaimana manajemen yang diterapkan pada forum 7 Untuk mengetahui berapa lama proses kepemimpinan berjalan dalam setiap periode 8 Untuk mengetahui bagaimana susunan kepengurusan forum ini 9 Untuk mengetahui apa tujuan berdirinya forum ini 10 Untuk mengetahui apa sasaran dari berdirnya forum ini 11 Untuk mengetahui apa saja kegiatan rutin dari forum ini 12 Untuk mengetahui bagaimana cara pengkaderan untuk forum ini 13 Untuk mengetahui apakah ada batasan usia untuk menjadi anggota forum ini 14 Untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam forum ini 15 Untuk mengetahui bagaimana teknik pengambilan keputusan dalam forum ini 16 Untuk mengetahui bagaimana teknik forum ini dalam mengambil kebijakan 17 Untuk mengetahui keputusan seperti apa yang melahirkan kebijakan dalam forum ini 18 Untuk mengetahui pengertian kebijakan menurut forum ini seperti apa 19 Untuk mengetahui factor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan? 20 Untuk mengetahui bagaimana pandangan dari forum ini khususnya ketika beredarnya video yang berjudul “inosen of muslim”, apa tindakan yang dilakukan oleh forum ini? D. Metode Observasi Adapun metode dari observasi yang kami lakukan ini menggunakan metode wawancara dan kunjungan ke kantor sekretariatnya yang terletak di Jl. Permai V No. 99. Cipadung. Cibiru-Bandung. E. Landasan Teoritis Kebijakan atau biasa disebut dengan policy, sangat erat kaitannya dengan kewenangan, kebijakan muncul karena adanya kewenangan, kewenangan berkaitan dengan jabatan, kebijakan hanya dapat dilakukan oleh karena adanya kewenangan yang melekat pada seseorang. Orang yang tidak mempunyai kewenangan tidak dapat menerbitkan kebijakan. Kebijakan merupakan ketetapan yang diambil pihak yang mempunyai kewenangan dikarenakan adanya suatu keadaan/permasalah/perubahan tertentu. Kebijakan atau kajian kebijakan dapat pula merujuk pada proses pembuatan keputusan-keputusan penting organisasi, termasuk identifikasi berbagai alternatif seperti prioritas program atau pengeluaran, dan pemilihannya berdasarkan dampaknya. Kebijakan juga dapat diartikan sebagai mekanisme politis, manajemen, finansial, atau administratif untuk mencapai suatu tujuan eksplisit. Tahapan sebuah kebijakan tentu saja melibatkan seluruh stake holder yang ada, baik sektor swasta maupun publik secara kelompok maupun individual. Implementasi kebijakan meliputi tiga unsur yakni tindakan yang diambil oleh badan atau lembaga administratif; tindakan yang mencerminkan ketaatan kelompok target serta jejaring sosial politik dan ekonomi yang mempengaruhi tindakan para stake holder tersebut. Interaksi ketiga unsur tersebut pada akhirnya akan menimbulkan dampak baik dampak yang diharapkan maupun dampak yang tidak diharapkan. Hasil akhir implementasi kebijakan paling tidak terwujud dalam beberapa indikator yakni hasil atau output yang biasanya terwujud dalam bentuk konkret semisal dokumen, jalan, orang, lembaga; keluaran atau outcome yang biasanya berwujud rumusan target semisal tercapainya pengertian masyarakat atau lembaga; manfaat atau benefit yang wujudnya beragam; dampak atau impact baik yang diinginkan maupun yang tak diinginkan serta kelompok target baik individu maupun kelompok. Implementasi mengacu pada tindakan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu keputusan, tindakan ini berusaha untuk mengubah keputusan-keputusan tersebut menjadi pola-pola operasional serta berusaha mencapai perubahan-perubahan besar atau kecil sebagaimana yang telah diputuskan sebelumnya. Implementasi pada hakikatnya juga upaya pemahaman apa yang seharusnya terjadi setelah sebuah program dilaksanakan. Implementasi kebijakan tidak hanya melibatkan instansi yang bertanggungjawab untuk pelaksanaan kebijakan tersebut, namun juga menyangkut jaringan kekuatan politik, ekonomi, dan sosial. Dalam tataran praktis, implementasi adalah proses pelaksanaan keputusan dasar. Sedangkan Sebagai salah satu mekanisme organisasi, pembuatan kebijakan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: 1) Kepemimpinan, kepemimpinan akan menentukan dalam pembuatan kebijakan karena kebijakan itu ada pada kepemimpinan. • Pemimpin memilki wewenag lebih untuk menginterprestasikan sesuatu • Pemimpin memiliki akses pada semua lini organisasi • Pemimpin memainkan peran sebagai simbol organisasi 2) Ideologi atau pandangan organisasi, pandangan organisasi ini adalah standar ukuran dari kebijakan yang akan dikeluarkan oleh kepemimpinan tadi. • Ideologi menjadi dasar pergerakan organisasi dakwah • Ideologi berfungsi sebagai barometer atas cita-cita ideal dari tujuan organisasi • Ideologi dapat berfungsi sebagai keasadaran umum(common consiousness) 3) Orientasi (pencapaian) tujuan-tujuan normatif • Kesejahteraan • Keadilan • Kemakmuran • kedamaian 4) Lingkungan internal dan eksternal organisasi • Ketersediaan sumber daya manusia • Sarana dan prasarana untuk mengimplementasikan kebijakan • Dukungan pihak luar (pemerintah,swasta, dlll) • Informasi tentang sasaran kebijakan dakwah • Antisipasi penolakan (refusing) BAB II HASIL OBSERVASI A. Gambaran Objek Observasi 1 Identitas Narasumber Nama Lengkap : Aang Ridwan M.Ag • Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi • Sekretaris forsimuda • Ketua Jurusan KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) B. Pelaksanaan Observasi Tempat : Ruang Jurusan KPI Tanggal : 19 November 2012 Waktu : 11.00-12.00 C. Hasil Observasi dan Pembahasan Karena Observasi yang kami lakukan menggunakan pendekatan wawancara, maka sebagai hasil Observasi kami menyajikan hasil wawancara yang telah kami lakukan kepada beberapa narasumber. 1. Bagaimana sejarah dan latar belakang terbentuknya FSMMI ini? Jawab : Dulunya bernama CMM (corep mubaligh muda), yang didirikan pada tahun 1999, oleh prof. Syukriadi sambas ang dulunya ini adalah salah satu kegiatan difakultas dakwah dan kini korini sudah berdiri sendiri dan tidak lagi di fakultas dakwah. Dan kemudian diganti namanya menjadi sekelompok forum muda yang lebih resminya menjadi FSMM(forum silaturahmi mubaligh muda) pada tahun 2004 . yang melatar belakanginya diantaranya adalah : • Keinginan menghimpun kaderisasi menjalin silaturahmi. • “ALHAQU BILANIDZOM YAGLIBUHU ALBAATILU BINIDZOM.” • Perkataan imam malik : “DUA LEBIH BAIK DARI SATU, TIGA LEBIH BAIK DARI EMPAT” dan seterusnya. • Srigala tidak pernah memangsa domba yang bergerombol, tetapi srigala akan memburu dombo yang sendirian. Maka dari itu perlulah sebuah organisasi mubaligh muda didirikan, dengan beberapa argument yang rasional dan menghindari kepunahan kader muda mubaligh muda. 2. Apa visi misi forum ini? Jawab : Ada 6 M yaitu : 1) Munadi mencetak dai yang mempunyai sifat menyeru 2) Mu’adib mencetak dai yang mempunyai mental guru yang harus gugu& ditiru 3) Muawid mencetak dai yang mempunyai sifat mempersatukan umat dalam ukhwah islamiyah. 4) Musadid mencetak dai yang berfungsi sebagai pelurus informasi karena banyak sekali potensi konflik, yang memberikan informasi simpang siur yang menyebabkan penodaan pada agama islam. 5) Mujadid mencetak dai yang mempunyai sifat pembaharu 6) Mujahid mencetak dai sebagai pejuang, punya semangat kebenaran dalam menegakan hokum, dan memberantas kejahatan. Dan hukum KUHP yang terjadi di Negara kita habis uang bebas perkara.bahkan yang miskin makin miskin dan yang kaya makin kaya. 3. Siapa pendiri pertama forum ini? Jawab : Pada awalnya Pak Prof. syukria Sambas yang dulunya bernama CMM(Corep Mubaaligh muda), dan pada tahun 2004 di ganti namanya yaitu Forum Silaturahmi Mubaligh Muda yang di pelopori oleh bapak Abdul Mujib, Jujun Junaedi, Muslih, Aang Ridwan dll. 4. Apa yang menjadi ideology forum ini? Jawab : Jelas Islam yang menjadi ideloginya, dan Islam disini Islam inklusif, jika dalam tasawuf, tasawuf inklusif juga, pokoknya serba inklusif. Dan Ingin menyebarkan dakwah ukhwah islamiyah, dengan pengkaderan mubaligh muda yang fungsinya bisa menghadapi masyarakat heterogen yang potensi konflik. 5. Bagaimana cara pemilihan pemimpin dalam forum ini? Jawab : Pemilihan yang dilakukan oleh FSMM ini tergantung dan memang harus melalui Majlis Syuro ang didalamnya ada 4 yaitu : 1) Penasehat (orang yang ditunjuk khusus) 2) Dewan pakar (akademisi) 3) Sesepuh (penguasa pemerintah) 4) Pini Sesepuh (kiyai, Mubaligh) 6. Bagaimana manajemen yang diterapkan pada forum ini? Jawab : Dalam FSMM ini , menggunakan menejemen Modern terbuka, transparan,legiterik semua lini, fungsinya sama demokrasi( dari, untuk rakyat juga). 7. Berapa lama proses kepemimpinan berjalan dalam setiap periode? Jawab : Jangka waktu peralihan kepemimpinan FSMM di batasi, hanya 5 (lima) tahun sekali. Pemimpin yang sudah menjadi, atau ingin melanjutkan kepemimpinanya boleh / bisa tetapi tetap harus melalui keputusan dewan majelis Syuro. 8. Bagaimana susunan kepengurusan forum ini? Jawab : Gambar Struktur organigram FSMM 2012 9. Apa tujuan berdirinya forum ini? Jawab : pengkaderisasian Mubaligh dalam rangka Ukwah Islamiyah 10. Apa sasaran dari berdirnya forum ini? Jawab : Tujuanya adalah Dinamika Dakwah, lewat mediator dakwahlah ukhwah Islamiyah terwujud, tercapai dengan visi dan misi yang 6 M , Munadi, Mujahid, Muwahid, Mujadid, Muadib, Musyadid. 11. Apa saja kegiatan rutin dari forum ini? NO KEGIATAN 1. KADERISASI, LATIHAN KEPEMIMPINAN 2. PUBLIC SPEAKING 3. READING SPEAKING 4. EVENT ORGANISATION 5. ROAD SHOW 6. BAKSOS MAJLIS TA’LIM 7. JASA PELATIHAN (IMAM&KHOTIB) 8. JASA TEHNIK CEPAT (TAHFIDZ QURAN ), DLL 12. Bagaimana cara pengkaderan untuk forum ini? Jawab : Dalam pengkaderan di FSMM berbeda sekali dengan organisasi lain, disini tidak diagendakan berapa tahun/bulan sekali, sistinya nunggu banyak dulu dalam arti lain ditampung dulu, bahkan 10 orangpun yang sudah mendaftar FSMM melaksanakan pengkaderan. 13. Apakah ada batasan usia untuk menjadi anggota forum ini? Jawab : Disini tidak ditentukan berapa usianya, mau anak muda, lansia bahkan kakek2 pun diterima selama berjiwa muda. Dan anggota yang sudah ada itu kurang lebih sudah ada 800 orang. 14. Bagaimana peran perempuan dalam forum ini? Jawab : Diperhatikan, bahkan ada bidang garapanya, yang disebut bidang kewanitaan, yang diakomodir oleh Ibu Ira Sahir & yuyun. 15. Bagaimana teknik pengambilan keputusan dalam forum ini? Jawab : Wiwin Solution, dan memang tergantung dan melalui dewan Syuro. Dengan kata lain yaitu Musyawarah. 16. Bagaimana teknik forum ini dalam mengambil kebijakan? Jawab : Diambil atau mengambil dari 2 fear yaitu : 1. Fear profesi (kerangka referensi) yaitu dari sejumlah referensi : 1) Buku 2) Informasi 2. Fear Experiend (pengalaman) 17. Keputusan seperti apa yang melahirkann kebijakan dalam forum ini? Jawab : Seperti Porsi Mudadada , sebuah otonom dari FSMM, yang mempunyai muatan politik didalamnya, yang memang sempat disebut ormasnya dada, maksudnya pendukung dada rosada yang menjadi bupati bdg, kemarin . tetapi dalam FSMM ada yang tidak setuju organisasi FSMM sebagai pendukung dada rosada, mereka inginya netral saja maka lahirlah otonom selanjutnya yang disebut Forsi MUda Insitut. 18. Pengertian kebijakan menurut forum ini seperti apa? Jawab : Adalah proses pengambilan keputusan yang professional dan proposinal. Seperti forsi Muda dada yang maksudnya selama pak dada rosada yang menjadi bupati, maka tidak boleh dukung yang lain, dan sekarang lain juga masalahnya sekarang pada sudah lengser dan otomatis forsimuda disini boleh membantu / mendukung bupati yang baru, inilah yang dimaksud professional dan proposional. 19. Jika ada dua kebijakan pemanen dan mendesak, bentuk dari kedua kebijakan ini seperti apa? Jawab : Sama sama karena pengertian sebuah kebijan didalamnya ada sebuah keputusan, dan sebaliknya. Maka dari itu bentuk kebijakan yg sudah dan mendesak itu semua adalah keputusan yang dilaksanakan melalui majlis Syuro. Dan melalui referensi yang lain, progresif, eksternal, dan internal. 20. Factor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan? Jawab : 21. Bagaimana pandangan dari forum ini khususnya ketika beredarnya video yang berjudul “inosen of muslim”, apa tindakan yang dilakukan oleh forum ini? Jawab : Tanggapan dari FSMM, yaitu : 1) Jangan diributin 2) Lebay, jangan di tanggapi serius 3) Jangan terpengaruh, oleh tindakan kafir yang bikin keributan bagi umat Islam, yang akhirnya memunculkan ekspresi kebencian umat Islam saja. Dan akhirnya umat Islam menjadi radikal , aksi terror dari kafir dan akhirnya Islam di cap Radikal 4) Berlebihan. BAB III KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan uraian yang telah disajikan diatas, maka berikut dikemukakan kesimpulan observasi bahwa kebijakan pada organisasi ini terletak pada hasil Musyawara, karena sebagaimana yang telah dipaparkan oleh narasumber bahwa keputusan kebijakan didalam organisasi ini bukan terletak pada pemimpin karena pemimpin disini adalah pemimpin yang ditugaskan bukan pemimpin yang mengambil tugas. DAFTAR PUSTAKA Curtis, Dan B; Floyd, James J.; Winsor, Jerryl L. Komunikasi Bisnis dan Profesional.Remaja Rosdakarya, Bandung. 1996. Hal 414 Duncan, Tom. 2005. Principles of Advertising & IMC. Second Edition. Mc.Graw-Hill. Bab 22. Umar, Husein. Evaluasi Kinerja Perusahaan. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal 99-102. Neuman, W.Lawrence. 2006. Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Research. USA: University of Wisconsin. Hal 246-256.

0 komentar:

Poskan Komentar