Kepemimpinan dan Perubahan

KEPEMIMPINAN & PERUBAHAN “DUNIA INI SELALU DIRUBAH HANYA OLEH PEMIMPIN, TIDAK PERNAH OLEH KETUA, MANAJER, APALAGI OLEH KEPALA” Dalam lintasan sejarah telah terbuktikan, bahwa pemimpinlah yang menentukan jatuh bangunnya kelompok. Kelompok terbesar bangs'a negara, Kelompok terkecil adalah satuan kerja atau keluarga. Jatuh bangun itu bisa berupa turun naiknya semangat kerja/hidup, tinggi rendahnya kualitas kerja, puas tidaknya dalam kerja/hidup, kompak tidaknya kelompok, dan tinggi-¬rendahnya hasil kinerja. Maka masalah dasarnya adalah, bagaimana membangun/menegakkan kepemimpinan. Pemimpin adalah seseorang yang mampu membawa (to lead, leading to) (sese)orang lainnya ke arah tertentu (somewhere, bukan anywhere=sembarang arah). Pemimpin adalah orang pilihan bukan sembarang orang, Membawa seseorang tertentu (someone, bukan anyone = sembarang orang), yang sesungguhnya dipercayakan kepadanya, yang karena itu tidak disebut sebagai bawahan tetapi anak buah. Maka masalahnya sudah jelas, bagaimana orang yang terpilih itu. bisa membuktikan, bahwa. dirinya memang pantas dipilih, pantas dipercaya, mengetahul dengan jelas ke mana tujuannya, dan tahu betul bagaimana cara membawa orang tertentu mampu dan mau mencapai tujuan itu, apa pun peluang dan halangannya. Perlu dicatat, bila kita diangkat menjadi kepala, manajer, ketua, tidak secara otomatis menjadi pemimpin, perlu perjuangan mental, ketekunan, kesabaran, luar biasa Untuk menjadi (becoming) pemimpin. PEMIMPIN, BAKATATAU DAPAT DIPELAJARI? Pasti ada orang tertentu yang dianugerahi bakat kepernimpinan. Apakah bakat itu muncul begitu saja tanpa, proses pembelajaran? Tentu tidak, karena benih yang paling bagus pun tidak mungkin bisa tumbuh begitu saja apalagi berkembang di atas batu wadas. Menurut psikologi, bakat seseorang memang tidak bisa. diukur secara kuantitatif kecuali dikatakan, bahwa bakat itu berderajat, dari rendah sampai tinggi.Karena kesadaran dan keyakinan, bahwa, kepernimpinan bisa dipelajari, maka ada pengetahuan dan pelatihan mengenal kepernimpinan. Bahkan, ada sekolah yang didirikan untuk menyiapkan kader kader. Jadi mereka yang "kurang" bakatnya tetapi mau mempelajari dengan keras, tentu akan memetik buah kepernimpinannya. FUNGSI KEPEMIMPINAN Fungsi kepemimpinan adalah mempermudah tumbuhnya kinerja, dan membuat rasa kerasan anak buah. Karena itu, seluruh pikiran, sentuhan, perasaan, tutur kata, usulan, perintah, pernaharrian terhadap anak buah, bahkan teguran, yang ditakukan oleh pernimpin adalah agar kinerja anak buah berlangsung dengan semakin mudah, dan rasa kerasannya lebih mudah tercipta dan relatif langgeng. MEREKA ADALAH ANAK BUAHKU, BUKAN BAWAHANKU Karena itu perlulah ditegaskan kembali, mulailah hari ini tolong dibuang konsep "hawahan". Gantilah dengan konsep "anak buah". Perubahan konsep ini akan membuat perubahan mendasar dalam perilaku kepemimpinan dan ini betul betul terkait dengan hal paling mendasar, yaitu makna manusia bagi kita Mereka harus diperlakukan sebagai anak, dan anda harus menempatkan diri sebagai "ibu atau Gyne". Tidak ada ibu yang tidak terusmenerus (tanpa pemah henti, tanpa pernah jera) untuk mengasihi anaknya, betapapun pada suatu saat sang anak berlaku negatif Tidak ada ibu yang normal berfikir selintaspun uatuk menyingkirkan (apalagi "mengamputasi") anaknya sendiri. Sebaliknya tidak ada anak yang tidak mencintai ibunya darlpada ayahnya . Dalam peristiwa perceraian, anak cenderung memilih Ibu, dan hakim pun cenderung menyerahkan anak kepada ibu. Mereka juga terus diperlukan sebagai "buah". Ingat, tidak ada buah yang jatuhnya jauh dari pohonnya.* Maka bila mereka * misaInya tidak disiplin, itu adalah pantulan ganibaran tentang diri anda sendiri. Lagi, bila anda "ngrasani" mereka pada orang lain (pantaskah anda disebut pemimpin/ibu yang baik, bila menjelek jelekkaiianak anda sendiri ?), dalam hal ini berarti anda telah membuka wajah hati anda sendiri. Hendaklah nama baik, harga diri, semangat hidup anak buah dijaga kuat kuat betapapun mereka "nakal". Sabarlah dan tekunlah mengarahkan dan membimbing mereka. Kepemimpinan teruji justru ketika dihadapkan pada kondisi yang kurang baik, yaitu ketika anak buah kita malas, menjengkelkan, seenakriya sendirl, bahkan mengkhianati. Karena itu tantangan yang terbesar adalah teguhnya semangat untuk terus "hirau/caring", dan lebih dari itu tekun mengembangkan daya anak buah, human development, sedini mungkin (in earliest time), dan setinggi mungkin (at ceiling), dan sementara itu tetap tekun memperkecil factor-faktor negativ yang bercokol dalam diri anak buah. Siapa sih yang tidak bisa menjadi pemimpin, bila ketika menjadi pemimpin bisanya hanya menyingkirkan anak buah yang baginya kurang disenangi, bisanya hanya mendiskriminasikan anak buah yang dianggapnya "berbeda". Nah, kenalilah dan kasihilah anak buah anda, apa pun halangannya, sampai kapan pun. Tak kenal maka tak sayang anda. AKU BEKERJA DENGAN TARGET Telah diketahui, betapa pentingnya tujuan, yang dalam konteks kepemimpinan. berarti, membentuk orang tertentu ke menjadi manusia tertentu yang semakin tinggi nilainya.. Maka anda harus dapat menetapkan tujuan atau target, dan gairah untuk mencapainya. Tiap hari bila anda datang ke tempat kerja, tidak ada semangat lain kecuali rnengerjakan target, bukan sekedar yang tangible, tampak, fisik, tetapi juga yang berkenaan dengan perkembangan diri manusia. Kemajuan lembaga terletak pada pencapaian tujuannya. Bila target tidak tercapai, berarti anda tidak mengalami kemajuan Tujuan atau target haruslah: 1. Jelas; 2. Realistis untuk dicapai; 3. Terukur; 4. Menantang potensi (motivasional); 5. Berdimensi waktu. AKU MEMBUAT ANAk BUAHKU MAMPU Anak buah harus mampu. Kalau tidak mampu, pekerjaannya tidak bisa diselesaikan dengan baik. Membuat mereka mampu adalah kewajiban, tanggungjawab, tugas anda. Karena itu, adalah keliru dan sekaligus tidak bijaksana bila ketika mereka tidak mampu, anda hanya mengeluhkan ketidakmampuannya, apalagi membodohkannya. Maka, kenalilah seberapa jauh tingkat kemampuan setiap anak buah. Berbagai cara membuat anak buah menjadi mampu adalah: 1. Doronglah dia mencoba; 2. Suruhlah dia mengulang; 3. Pasoklah dia dengan informasi tugas; 4. Ajarilah dia secara rutin; 5. Suruhlah rekan kerianya membantu mengajari dia; 6. Awasi kehadirannya dan berikan koreksi segera. Yang lebih mendasar, anak buah harus ditanami budaya "suka belaJar" bila ingin maju. AKU INGIN MEMBUAT ANAK BUAHKU BAHAGIA DAN MAU BEKERJA BlIa orang mampu bekeda tapi tidak mau bekerja, tentu saja suatu tugas tidak terlaksana. Maka menumbuhkan kemauan sangat penting. Kemauan kerja tidak ditumbuhkan hanya sesaat, khususnya pada saat anak buah tengah turun semangat atau bahkan malas, tapi ditumbuhkan setiap hari, setiap jam, bahkan setiap saat, kapan dan dimanapun. Kernauan kerja manusia sebenarnya berkenaan dengan kepuasan kerja Yang pada dasarnya adalah kebahagiaan hidup dalarn kerja. Sumber utarna kepuasan kerja adalah terpenuhinya sejumlah kebutuhan hidup. Sebagai patokan : Enarn kebutuhan utama manusia adalah kebutuhan untuk mendapat 1. Eksistensi / hidup; 2. Rasa aman; 3.Pergaulan sosial / pengakuan sosial; 4. Harga dirl; 5. Otonoml / kemandirian; 6. Kompetensi (memilih sejumlah keahlian/ketrampilan) dan berprestasi. Anda sebagai manajer wajib hukumnya untuk ikut mernuaskan kebutuhan ltu. Bila mereka puas, maka mereka bahagia, sehingga kemauan keria mereka terjamin untuk muncul dan berkembang. Menurut Herzberg, kebutuhan itu dibagi ke dalarn dua macarn: Hygiene / maintenance / dissatisfier , dan. motivator / satisfier . Kebutuhan Hygiene (seperti gaji) adalah selalu di daerah ketidakpuasan. Kebutuhan hygiene bila tidak dipenuhi akan "memberontak", tetapi bila dipenuhi tidak menimbulkan kepuasan kecuali ke ketidakpuasannya berkurang. Kalaupun mendorong semangat kerja, dorongan itu seperti nyala Illin yang sebentar lagi redup.. Adapun kebutuhan "motivator" (seperti ingin maju) selalu ada di daerah kepuasan. Bila kebutuhan ini dipenuhi, maka akan puas, dan pasti mendorong kerja. Sifat dorongan ini laksana sumber air yang tidak henti niengalir. Itulah sebabnya kebutuhan "motivator' disebut "higher order need, kebutuhat i pada peringkat yang lebih tinggi (lebih bermartabat). Hendaknya anda mendidik anak *buah lebih ke budaya "higher order need.dengan cara memberi dia:  Pengakuan, perlakuan sebagai layaknya manusia, bukan pekeda belaka yang hanya ditimpall sejumlah tugas, bukan hanya sebaga.* alat produksi.  Perlakuan yang adil dan pantas.  Jaminan kerja. .  Kondlsi kerja yang memadai; jadwal kerja yang masuk akal,  Didengar dan diperhatikan.  Kebanggan kerja, perasaan bahwa dirinya berguna.  Pengetahuan, memahami tugas, menambah wawasan, mendapatkan instruksi yang jelas.  Bantuan kepemimpinan, mendapatkan bimbingan ketika tengah memerlukan.  Tantangan, kesempatan untuk membuktikan diri, untuk bisa lebih bertanggungiawab, untuk semakin maju.  Rasa keanggotaan, diterima orang orang disekitamya. PUNYAILAH "'POWER" DAN DAYA GUNAKANLAH Apa artinya seorang Kepala tanpa daya pengaruh. Tidak ada artinya seorang kepala yang hanya bisa menjadi pernimpin bila mempunyai pengaruh. Pengaruh inilah yang disebut "power". Ada dua macam "power", yaitu: 1. Positional power pengaruh yang yang.dipunyai karena pemilikan kedudukan. Bentuknya legitimasi (wewenang) untuk mengatur, memerintah, membuat kete*tapan yang harus ditaati. Bentuk lainnya adalah berhak menghukum dan mengganjar. 2. Personal power pengaruh yang dipunyai karena aspek pribadi. Bentuknya adalatikeahlian /expertise, kharisma, kelebihan phisik, pernilikan informasi, akses politik, akses ekonomi. Jika kedudukan anda dalam hierarki lebih rendah, amat disarankan agar lebih mengembangkan "personal power". Itu tidak berarti, bahwa mereka yang kedudukannya lebih. tinggi dianjurkan menggunakan lebih "positional power", kecuall terpaksa (baru jalan terakhir), tetapi selalulah sebisa mungkin mendaya gunakan "personal power". Tolong diingat, bahwa bawahan tidak mempunyai "positional power", tetapi mungkin saja mempunyai "pc rsonal power" bahkan bisa saja lebih kLiat). Itulah sebabnya hubungan yang terjadi dengan anak buah selalu saling mempengaruhl dimana anak buah bisa berpengaruh lewat "personal power"nya.. Akan tetap] anda t1dak usah khawatir kalah pengaruh. Caranya? Dekati baik balk mereka, lalu dayagunakan pengaruhnya. SYARAT SYARAT KEPEMIMPINAN. Syarat syarat ini biasa dipakal sebagai ukuran untuk menilai berhasil tidaknya suatu kepernimpinan. Ada 5 syarat kepernimpinan: 1. Keyakinan. 2. Kebranian. 3. KeJujuran. 4. Kelincahan. 5. Kebebasan. Keyakinan : a. Yakin bahwa missionnya penting, berguna dan bermanfdat bagi sesama tanpa pilih pilih. b. Sadar bahwa cita cita missionnya bisa lewat jalan panjang atau pendek, sukar atau mudah. Bahkan mungkin dirinya sendiri tidak melihat hasilnya. Tapi harus yakin bahwa cita citanya pasti akan tercapai, walau hasilnya baru dikenyarn oleh orang orang kemudian. c. Optimistis dalarn segala kesulitan. Terus menerus mencari titik terang dalam melanjutkan; usahanya deingan gigih. Jangan I'Upa melakukan strategi dan taktik tapi tanpa melupakan prinsip dan konsens us yang telah disepakati bersama. Keberanian : a. Tabah dan berani melihat kenyataan dan mengarahkannya cita cita yang telah digariskan. b. Berani menghadapi kritik betapapun pedasnya. Ingat ktitlk apapun mengandung butir butir kebenaran walau. mungkin pengkritik asal.omong, pun j1ka kritik itu merupakan "pemberontakan" tanpa program nyata. c. Berani berkonsultasi banyak kepala, bwiyak pertimbangan. d. Berani bekeria sama kegembiraan jika ditanggung bersama akan lebih mengembirakan. Kesusalian j1ka ditanggung bersama akan terasa lebih ringan. Kejujuran. a. Dalam hal oral tidak dapat ditawar tawar b. Berpihak pada peraturan, hukum dan norma, serta wewenang. c. Keuangan harus dipertanggungjawahkan rutin, teliti, rinci. d. Iklas melayani, sepi ing pamrih, tanpa vested inteiest. e. Tidak pandang bulu : benar adalah benar, salah adalah salah. f. Sederhana, terus terang, tidak licik Kelincahan. a. Pandai bergaul dengan berbagal lapisan, tanpa diskriminasi. b. Sopan santun. Tahu tempat. Tahu batas (ugahari). c. Jika marah, terkendaii,,tidak sampai, merugikan pihak lain. d. Bisa menyimpan rahasia dan menjaga narna baik orang lain. e. Gemar belaiar, mengembangkan diri. Kebebasan. Menimbulkan situasi kebebasan berpikir dan bertindak secara bertanggungiawab bagi bawahannya, dan itu antara lain dengan memberikan kebutuhan kebutuhan mereka yang seyogyanya ada. Kebebasan ini diberikan guna merangsang daya perkembangan mereka. Namun hendaknya bisa diciptakan kebebasan semacarn itu dari dalam diri mereka sendiri, sehingga lebih mengakar dan menjadi self resilience (ketahanan diri). PENUTUP. Tampak ada sederet pemikiran, kiat, dan syarat yang perlu diperhatikan oleh seseorang yang menjadi pernimpin agar kepemimpinannya berdaya dan berhasil guna secara produktip bagi kelompoknya. Sernuanya tidak teriadi sekali pukul, tetapf lewat proses kependidikan/pelatihan dirinya, dari satu "achievement" ke "achievement" berikutnya tidak bisa loncat pagar atau pengkarbitan.

0 komentar:

Poskan Komentar