Penelitian Masyarakat Perspektif Sosiologi


       I.            METODE PENELITIAN
Metode pendekatan yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah memperhatikan tahapan penelitian, yang saling berkaitan secara erat, sebelum melakukan penelitian maka tindakan yang dilakukan adalah kajian bahan pustaka sehinngga peneliti bisa lebih memahami tujuan penelitian dan gambaran mengenai data dan keterkaitan anta masing-masing instrumen. Dalam karya ilmiah ini digunakan dua teknik yaitu metode survei dan metode non survei. Metode survei menggunakan teknik wawancara terbuka dan observasi. Sedangkan metode nonsurvai seperti metode analisa isi, kajian data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Dalam penelitian survai hal-hal yang diteliti dituangkan dalam suatu daftar pertanyaan. Teknik survai mengandung persamaan dengan sensus; namun pada sensus yang menjadi subyek wawancara adalah seluruh populasi sedangkan dalam teknik survai daftar pertanyaan diajukan pada sejumlah subyek penelitian yang dianggap mewakili populasi. Pada subyek penelitian survai merupakan contoh suatu populasi. Contoh dipilih secara acak atau dengan teknik penarikan sontoh lain.
Pengamatan merupakan metode penelitian di mana peneliti mengamati secara lansung perilaku para subyek penelitiannya dan merekam perilaku yang wajar, asli, tidak dibuat-buat, spontan dalam kurun waktu relative lama sehingga terkumpul data yang bersifat mendalam dan rinci. Dalam sosiologi dibedakan antara penelitian di mana pengamat (1) sepenuhnya terlibat, (2) berperan sebagai pengamat, (3) berperan sebagai peserta, (4) sepenuhnya melakukan pengamatan tanpa keterlibatan apapun dengan subyek penelitian. Salah satu kelebihan pengamatan terlibat bila dibandingkan dengan survai ialah bahwa pengamatan terlibat lebih memungkinkan terjalinnya rapport antara peneliti dengan subyek penelitiannya. Obyek penelitian dalam karya ilmiah ini adalah masyarakat yang berada di Malang Town Square, perumahan elit ijen dan masyarakat di pasar jombang. Dan penentuan sampel responden dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan tujuan karya ilmiah.







    II.            HASIL PENELITIAN
A.    LAPORAN KEGIATAN DI MATOS
Lokasi : Malang Town Square (MATOS)
Hari/tanggal : Kamis/ 15 Desember 2011
Pukul : 15.30 – 17.0 wib
Titik pengamatan :
1.      Hypermart
2.      Matahari
3.      Tempat Bermain Anak

Hasil pengamatan :
1.      Hypermart
Situasi yang ada di ditempat ini sedikit sepi hal ini dikarenakan hari pengamatan yaitu hari kamis merupakan hari efektif kerja. Individu yang ada di daerah hypermart ini merupakan individu bersama-sama membentuk kelompok-kelompok kecil. Misalnya pasangan pria dan wanita, ibu dan anak, sesama wanita, dll.
Interaksi yang terjadi di daerah matos ini adalah lebih ke melayani diri sendiri. Jadi, para pengunjung mencari sendiri barang-barang yang mereka butuhkan. Jadi kontak social antar individu sangat terbatas. Sangat individual.
Mereka akan melakukan interaksi sosial denagn orang lain sesuai denagn tujuan mereka masing-masing. Misalnya interaksi antara pengunjung dengan pelayan akan terjadi sangat terbatas hanya sebatas pemenuhan pencarian kebutuhan yang merek inginkan. Sehingga untuk terjadinya kontak sosial dengan pengunjung lain atau dengan konsumer lain akan sangat jarang terjadi apalagi jika tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Maka interaksi tersebut tidak akan terjadi. Yang ada hanya kita bertemu/ terjadi interaksi mikro yaitu bahwa dalam suatu ruangan di hypermart tersebut terjadi pemaknaan kondisi/suasana yang berbeda pada setiap orang. Tetapi untuk terjadinya interaksi sosial sangat terbatas.
2.      Matahari
Situasi di matahari ini cukup lengang. Hal ini dikarenakan jam 16.00 wib merupakan jam pulang kantor. Kebanyakan yang berada di ruangan ini adalah kaum remaja dan dewasa. Hal ini dikarenakan pada usia remaja dan dewasa keinginan akan berbelanja sangat tinggi. Dan selain itu kebanyakan yang berada di daerah ini adalah kaum wanita. Interaksi sosial yang terjadi ditempat ini adalah pengunjung dapat memilih barang yang mereka sukai sendiri tetapi untuk minta perubahan ukuran tetap melaukukan interaksi dengan para pelayan yang ada di sana. Jadi para pelayannya hanya tinggal berdiri sambil menunggu para pengunjung yang membutuhkan bantuan mereka. Jadi, pengunjunglah yang harus aktif mendatangi para pelayan untuk minta dicarikan apa yang mereka butuhkan. Dan juga untuk pembayarannya ada tempat sendiri, biasanya di lokasi kasir/ tempat pmebayaran para pelayan toko dulu yang memulai melakukan interaksi sosial dengan menyapa para pengunjung. Dan mulai mencari bahan-bahan obrolan yang dapat mengurangi kecanggungan diantara mereka dan untuk memperlancar transaksi pembayaran.
3.      Tempat Bermain Anak
Lokasi ini diperuntukkan bagi anak-anak dengan berbagai sarana permainan yang beraneka ragam. Tetapi hal yang teramati adalah bahwa di tempat ini tidak ada interaksi sosial yang terjadi. Anak-anak bermain sendiri dengan alat permainan yang tersedia. Sehingga untuk proses poembelajarannya kurang baik dan tidak optimal. Hal ini dikarenakan anak-anak masih sangat membutuhkan bimbingan dalam bermain sehingga dalam permainan tersebut anak dapat mengalami proses pembelajaran dan mengenal hal-hal baru yang bermanfaat.
             III.      LAPORAN OBSERVASI DI PASAR JOMBANG
Pasar Jombang Di Jalan Jombang
Hasil pengamatan :
Hasil observasi:
Pengunjung di pasar jombang cukup banyak, barang-barang yang diperjualbelikan seperti ikan laut, sayuran, buah, tempe, daging ayam, makanan kuliner, nasi, kain-kain dan lain-lain. Pembeli di pasar jombang ini adalah ibu-ibu, pada pukul 06.30 keadaan pasar paling ramai dan pasar jombang ini akan tutup pukul 10.00. pada pengamatan dapat terlihat bahwa pasar jombang ini berlokasi di depan pekarangan rumah penduduk dan barang dagangan yang dibeli kebanykan adalah barang kebutuhan poko/ lauk-pauk jadi penjual yang menjual sayuran dan kebutuhan lainnya cukup ramai. Dan kebanyakan antara penjual dan pembeli sudah saling mengenal. Jadi proses interaksi yang terjadi cukup intensif dan bermakna karena antar individu sudah saling memgenal.
             IV.      PEMBAHASAN HASIL OBSERVASI DI MATOS
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Dimana Obyek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Dalam mempelajari masyarakat hal yang ditekankan adalah struktur masyarakat, proses social, dan perubahan social. Struktur Sosial yang merupakan keseluruhan jalinan antara unsur unsur sosial yang pokok yaitu kaidah kaidah sosial, lembaga lembaga sosial, kelompok sosial serta lapisan social. Proses social Pengaruh timbal balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Perubahan Sosial adalah Sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Hal tersebut diatas sangat berpengaruh dilihat dari faktor keruangan desa dan kota. Kota merupakan sebuah bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya.
Salah satu fenomena yang dapat diamati di daerah perkotaan mengenai masyarakat adalah di pusat perbelanjaan salah satunya pusat perbelanjaan yang ada di kota malang yang dikenal dengan nama Malang Town Square (MATOS). dalam wawancara yang telah dilakukan selam
dua hari maka peneliti mencoba untuk mengadakan interaksi social dengan pengunjung yang ada di pusat perbelanjaan ini. interaksi sebagai langkah awal untuk terjadinya proses social akan terjadi melalui komunikasi verbal. Dalam kajian teori mengenai pola interaksi terdapat 3 pola interaksi yaitu mikro sosiologi yang merupakan suatu interaksi yang terjadi dalam individu itu sendiri, dimana pemaknaan individu terhadap obyek yang sama akan berbeda dalam pemahaman di balik suatu fenomena atau benda.contohnya sejumlah pengunjung di lingkungan matahari akan berbeda pemaknaannya terhadap kondisi di matahari tergantung pemaknaan dan pemahaman individu tersebut. Sedangkan interaksi meso yaitu individu dengan group seperti peneliti yang mengadakan wawancara dengan sekelompok orang yang sedang berkumpul di MATOS. Fenomena ini adalah bagian interaksi meso, dan makro sosiologi yang merupakan interaksi antara group dengan group seperti sekelompok pengunjung yang sedang diwawancarai oleh peneliti kemudian bertemu dengan kelompok lain dan saling bertegur sapa dan berbincang sebentar. Dalam kondisi seperti ini peneliti berada / masuk dalam kelompok.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa masyarakat kota yang berada dalam pusat perbelanjaan memiliki karakteristik yang individualistis. Pada masyarakat yang berkunjung ke matos sendiri atau individual maka mereka lebih cenderung menghabiskan waktunya lebih lama dan tanpa terbebani oleh kelompoknya. Dan mereka yang melakukan perjalanan seorang diri cenderung tujuannya adalah untuk jalan-jalan, menghabiskan waktu dan bersengan-senang. Tanpa ada yang mengikutinya. Sedangkan bagi kelompok karakter yang dimiliki kelompok adalah sangat kaku dala artian jika mereka berangkat ke pusat perbenjaan dengan orang-orang yang ada dalam keompok tersebut maka dalam pulangnya nanti bersama kelompok itu lagi. Pada prinsip para pengunjung ada di dalam MATOS mereka membentuk suatu masyarakat MATOS. Hal ini dapat dilihat pada pengertian masyarakat yang disajikan di bawah ini:
1)      Ralph Linton Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batasbatas yang dirumuskan dengan jelas
2)      Selo Soemardjan Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan
Dari definisi-definisi di atas, unsur-unsur masyarakat sebagai berikut :
a.       Manusia yang hidup bersama. Di dalam Ilmu Sosial tidak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan berapa jumlah manusia yang harus ada. Akan tetapi secara teoretis angka minimnya adalah dua orang yang hidup bersama.
b.      Bercampur untuk waktu yang cukup lama. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti umpamanya kursi, meja dan sebagainya. Oleh karena dengan berkumpulnya manusia akan timbil manusia-manusia baru. Manusia itu juga dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti; mereka juga mempunyai keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau perasaan-perasaannya. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbulah system komunikasi dan timbulah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut.
c.       Mereka sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan
d. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan lainnya.
Keramaian yang dapat dijumpai di dalam kota tergantung pada beberapa faktor antara lain: 1.Kemampuan daya tarik bangunan dan gedung-gedung yang berfungsi sebagai penjual atau penyalur barang kebutuhan sehari-hari, sebagai media hiburan, pusat dagang bahan pangan; 2.Tingkat kemakmuran atau standar hidup dari warga kota yang mepunyai daya beli yang cukup besar; 3.Tingkat pendidikan dan kebudayaan yang cukup baik; 4.Sarana yang terdapat dalam kota seperti: transportasi, beserta jaringan jalur jalan dan jaringan komonikasi dengan asebilitas yang tinggi;5.Para pengasuh dan warga kota yang cukup dinamis. Gejala-gejala yang kelihatan di kota yang dikenal dengan sebutan ngebutisme. Gejala ngebutisme ini merupakan lawan dari disiplin masyrakat dalam kelalu lintasan.
Disiplin masyarakat merupakan suatu sikap atau perbuatan masyrakat yang mematuhi suatu peraturan atau tata tertib yang sudah diakui dan disahkan oleh pemerintah pusat atau setempat sebagai peraturan umum yang berlaku dan harus ditaati. Meskipun demikian disiplin masyarakat ini kadang-kadang dilupakan, inilah yang menimbulkan masalah dalam lalu lintas.Lalu lintas adalah suatu keadaan yang menggambarkan hilir mudiknya manusia atau dan barang dalam jarak tertentu antara dua daerah atau lebih yang saling mebutuhkan. Jadi selama masih ada manusia barang, jalur jalan dan kebutuhan antara dua tempat atau lebih, maka selama itu lalu lintas tidak akan berhenti.
Jadi dapat disimpulkan bahwa masyarakat kota baik yang individu maupun kelompok cenderung untuk melayani kebutuhan dirinya sendiri, praktis, cepat dan tidak membutuhkan banyak waktu. Dan yang terpenting yaitu bahwa dalam masayrakat perkotaan mobilitasnya sangat tinggi. Dimana dapat dilihat dalam salah satu responden yang selalau berkutat dengan telepon genggam yang lebih dari satu buah. Hal ini memperlihatkan suatu gambaran masayarakt perkotaan yang sanagt kompleks, mobilitas tinggi, cenderung cuek dan yang terakhir adalah bahwa masyarakat di MATOS ini sangat individuals dan yang banyak berkunjung di daerah matos ini adalah para anak muda dengan usia 21-24. Yang sebagian besar tujuannya adalah untuk menikmati suasana disana untuk bersenang-senang. Benar-benar suatu tempat yang penuh dengan fenomena masyarakat yang sangat kompleks, glamour dan membutuhkan materi yang cukup banyak.

                            V.            PEMBAHASAN DARI HASIL OBSERVASI DI PASAR JOMBANG
Aktivitas/ interaksi yang terlihat di pasar jombang ini taraf kehidupannya rendah tetapi pada umumnya kelihatan juga sedikit banyak penghargaan dan perhatian terhadap pergaulan hidup. Adat sopan-santun masih terlihat yang sanagt mirip dengan ciri masyarakat pinggiran kota/ masyarakat desa. Karena pada saat interaksi antara penjual makanan kuliner/ makann pasar dengan gadis muda berusia sekitar 20-an, gadis muda ini terlihat sangat sopan dan mengerti benar bagaimana caranya bertutur kata dengan orang yang lebih tua dengan bahasa jawa sebagai bahasa keseharian masyarakat di Kota Malang ini. 
Jadi masyarakat di pasar jombang ini pada hakekatnya mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap segi paedagogis daripada saling mempengaruhi dan saling mempererat hubungan untuk menuju kesejahteraan dan kemajuan dalam masalah apa saja pokok untuk mempengaruhi dalam pendidikan sebagai pokok untuk memupuk perasaan sosial dan kecakapan untuk menyesauikan diri dalam masyarakat. Dan mereka lebih melihat seseorang dari tingkah laku yang diberikan oleh orang tersebut bukan pada apa yang mereka miliki dan kesopanan tetap merupakan hal yang menempati posisi teratas.

0 komentar:

Poskan Komentar