Upaya inovatif Ali al-Hadidi dalam Pembelajaran bahasa Arab untuk non Arab


Tulisan ini seutuhnya merujuk pada karya monumental Ali Al-Hadidi “Musykilat Ta'lim al-Lughah al-Arabiyah Li Ghaer al-Arab”.
Dalam karyanya tersebut, al-Hadidi mengatakan secara umum. Tujuan penulisan buku ini adalah:
  1. Mengidentifikasi landasan ideal dan desain umum pembelajaran bahasa Arab bagi non Arab.
  2. Mengidentifikasi strategi dan media yang cocok untuk pembelajaran keterampilan bahasa Arab.

Menurutnya, ada beberapa prinsip umum yang harus diperhatikan oleh pemerhati dan praktisi pembelajaran bahasa Arab, diantaranya:
  1. Orientasi komprehensif dalam pembelajaran bahasa Arab; yaitu membekali siswa non Arab berbagai kompetensi kebahasaan seperti membaca, menulis, dan berbicara, serta menyiapkan mereka agar mencapai tingkat penguasaan bahasa pada level tertentu, yaitu:
    1. Untuk level pemula, siswa dibekali berbagai kemampuan dasar kebahasaan, seperti:
      1. pengucapan ungkapan-ungkapan populer sehari-hari tanpa mengalami kesulitan,
      2. mendengarkan siaran berbahasa Arab,
      3. membaca (koran) harian Arab, dan
      4. menulis surat-menyurat sederhana
Level ini diperuntukan bagi siswa yang tidak berminat untuk melanjutkan studi kejenjang Akademik dalam bidang bahasa Arab, atau melanjutkan keberbagai perguruan tinggi di wilayah (yang berbahasa) Arab.
B) Melanjutkan level pemula ke level yang lebih tinggi yang dapat membekali siswa agar mampu mengikuti atau melanjutkan studi tingkat akademik (baca: perguruan tinggi) di negara Arab, atau di program studi bahasa Arab di perguruan tinggi asing (non Arab).
  1. Menggunakan intermediary language (lughah wasithah)
Diantara pendekatan mutakhir dalam pembelajaran bahasa Asing adalah menggunakan bahasa perantara dalam pembelajaran. Penggunaan bahasa pengantar dengan bahasa non bahasa Arab sangat berguna baik untuk efisiensi waktu maupun untuk meyakinkan makna di benak siswa. Apalagi untuk menjelaskan kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang memiliki makna abstrak.
  1. Menggunakan lughah musyawarah (transliterasi internasional)
Penggunaan atau penulisan transliterasi yang berlaku dan diakui secara umum disamping kata-kata atau kalimat Arab sangat mutlak diperlukan dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya para pemula yang sedang belajar pengucapan huruf-huruf/kata-kata Arab, yang nota bene, merupakan sesuatu yang asing baginya. Hal ini akan sangat membantu dan mempermudah anak dalam menguasai pengucapan yang benar.
Secara psikologis, mendampingkan ucapan huruf/kata Arab dengan transliterasi pada bahasa siswa akan membangkitkan semangat dan motivasi mereka, karena pada saat itu pula siswa merasa bisa dan tahu cara pengucapan huruf/kata bahasa yang dipelajarinya (bahasa Arab). Hal itu pada gilirannya juga akan menghilangkan, atau paling tidak, mengurangi, kesan bahwa Arab itu susah.
Yang dimaksud dengan lughah musyawarah (international transcription) adalah bentuk simbol atau tulisan dari setiap suara huruf yang telah disepakati secara internasional (lihat Da'irat al-ma'afif al-Islamiyah/The Ensiklopedia of Islam).
  1. Memanfaatkan media audio-visual
Sampai saat ini, pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Arab masih sangat minim, termasuk di negara Arab. Padahal, manfaat dari media tersebut dalam pembelajaran bahasa Arab, tidak diragukan lagi, sangat besar.
  1. Perlunya guru bahasa Arab yang expert (mudarris mu'ahl)
Diantara yang sering terlupakan dalam berbagai proyek pembelajaran bahasa Arab untuk non Arab adalah penyediaan atau pemilihan guru yang expert. Padahal keberadaan guru expert ini merupakan salah satu rukun keberhasilan program pembelajaran bahasa Arab.
Diantara sifat atau karakteristik yang harus dimiliki oleh guru bahasa Arab yang benar-benar dianggap ahli adalah sebagai berikut:
    1. Benar-benar disiapkan secara profesional melalui lembaga kependidikan dan ditangani oleh para spesialis dalam bidang pendidikan, termasuk psikologi pendidikan.
    2. Benar-benar berasal dari program studi pendidikan bahasa Arab.
    3. Menyukai profesinya sebagai guru bahasa Arab dan memiliki kemampuan untuk membuat siswanya menyukai bahasa Arab.
    4. Menghindari prinsip rutinitas yang hampa dalam mengajar.
    5. Menguasai bahasa siswa (lughah wasithah).
    6. Menguasai sistem transliterasi yang berlaku secara internasional, atau paling tidak yang berlaku di negara siswa.
    7. Menguasai ilmu ashwat.
    8. Berpengalaman dalam penggunaan media audio visual.
    9. Melek terhadap karakteristik bahasa siswa, sehingga memahami betul persamaan dan perbedaan antara bahasa Arab yang dipelajari dengan bahasa siswa.
    10. Berpengalaman, pernah mengikiti berbagai pelatihan profesional yang baik di dalam maupun luar negeri.
    11. Memahami aspek budaya, politik, dan sosial negara siswa sebagaimana memahami aspek budaya, politik, dan sosial bahasa Arab.
  1. Perlu menyiapkan rencana pembelajaran yang matang sebelum masuk kelas
  2. Membagi program pembelajaran bahasa Arab untuk non Arab menjadi 4 level
    1. Level 1 (pemula/elementary)
    2. Level 2 (menengah/intermediate)
    3. Level 3 (tinggi/advance)
    4. Level 4 (level akhir)
  3. Frekuensi jam pelajaran untuk tiap level adalah 250 jam:
    1. 200 jam untuk kegiatan pembelajaran efektif di kelas.
    2. 50 jam untuk praktek dan latihan audio visual.
Dengan demikian, waktu yang dibutuhkan untuk arah pembelajaran bahasa Arab untuk non Arab, secara keseluruhan 1000 jam; dimana 800 jam untuk PBM, dan 200 jam untuk praktek/drill audio visual.
Jumlah jam di atas, belum termasuk tugas individu atau tugas kelompok, atau mengerjakan PR, yang biasanya membutuhkan waktu minimal 2 jam setiap hari.
  1. Jumlah kosa kata yang disajikan dalam pembelajaran bahasa Arab dalam empat level di atas kurang lebih 4000 kosa kata. Dengan rincian 1000 kosa kata tiap level. Sedamgkan gradasi penyamapainnya adalah 10 kosa kata baru untuk setiap pembelajaran baru bagi level 1 dan 2, dan 20 kosa kata baru untuk tiap pembelajaran pada level 3 dan 4.

Rincian untuk tiap level
  • Level 1 dan 2
Pembagian level pembelajaran bahasa Arab menjadi empat level, bukan lah pembagian asal- asalan, masing-masing berdiri sendiri, melainkan ia merupakan pembagian sistematis, hierarkis dan gradual. Jika seorang atau kelompok siswa hanya belajar bahasa Arab pada level satu saja, dengan penguasaan 1000 kosa kata, mereka belum bisa dikatan mampu berbahasa Arab, apalagi untuk mengikuti perkuliahan dengan pengantar bahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab pada level satu ini merupakan bekal dan pengantar serta persiapan untuk dapat mengikuti pembelajaran bahasa Arab level berikutnya (level 2). Mereka baru bisa dikatakan mampu berbahasa Arab pada batasan tertentu, jika telah menyelesaikan pembelajaran bahasa Arab pada level 1 dan 2 adalah sebagai berikut:
  1. Menguasai ponetik bahasa Arab.
  2. Mampu membaca nyaring dengan baik dan benar
  3. Mampu mengaitkan antara kata, frasa dan kalimat bahasa Arab dengan situasi tertentu
  4. Mampu mengekspresikan ungkapan-ungkapan Arab baik secara lisan maupun sesuai dengan pengalaman belajar pada dua level ini
  5. Mampu menulis huruf Arab dalam berbagai posisisnya sesuai dengan kaidah tata tulis bahasa Arab (al-hija wa al-imla')
  6. Menguasai sekitar 2000 kosa kata dan dapat menggunakannya baik secara lisan maupun tulisan dalam berbagai situasi dan kondisi tertentu
  7. Mampu mengaitkan, jika mereka orang Islam, dengan al-Qur'an dan hadits sebagai sumber utama ajaran Islam yang ditulis dengan bahasa Arab, serta menumbhkan rasa persaudaraan antara sesama muslim di seluruh penjuru dunia

Adapun silabus untuk level 1 adalah sebagai berikut:
  1. penyajian 1000 kosa kata baru dalam konteks yang tepat dan sesusai dengan situasi dan kondisi; disajikan dalam waktu 250 jam pelajaran (200 jam untuk PBM di kelas, dan 50 jam untuk drill dengan audio visual); ditambah minimal 2 jam perhari untuk kegiatan individu atau kelompok untuk menghapal atau mengerjakan PR
  2. Adapun rincian materi dan kegiatannya adalah sebagai berikut:
    1. Persiapan penguasaan dasar-dasar bahasa Arab (ponetik dan ortografy)
    2. Latihan pengucapan
    3. Latihan membaca
    4. Latihan imla' manqul dan imla' mandzur
    5. Latihan ekspresi lisan melalui kegiatan muhadatsah kemudian disusul dengan latihan mengarang sederhana. Dan pada saat menjelang akhir level ini, kegiatan ekspresi lisan dan mengarang secara tulisan ini diarahkan pada suatu tema dengan gagasan utama.
    6. Latihan istima'
    7. Latihan pola kalimat sederhana
    Sedangkan silabus untuk level 2 adalah sebagai berikut:
    Penyajian 1000 kosa kata baru berikutnya (sebagai tambahan dari 1000 kosa kata pada level 1) dalam konteks yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi; disajikan dalam waktu 250 jam pelajaran (200 jam untuk PBM di kelas, dan 50 jam untuk drill dengan audio visual); ditambah minimal 2 jam perhari untuk kegiatan individu atau kelompok untuk menghapal atau mengerjakan PR.
  3. Adapun rincian materi kegiatannya adalah sebagai berikut:
    1. Latihan membaca nyaring dan membaca dalam hati
    2. Latihan muhadatsah dan insya' syafawi
    3. Latihan fahl al-masmu'
    4. Latihan imla' pada berbagai macamnya
    5. Latihan penggunaan pola kalimat (Nahwu)
  • Level 3
    Tujuan umum yang hendak dicapai pada level 3:
  1. Penguasaan 1000 kosa kata baru (sebagai tambahan dari 1000 kosa kata pada level 1 dan 1000 kosa kata pada level 2) dalam konteks yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi.
  2. Menguasai berbagai gaya bahasa dalam kontaeks yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi.
  3. Mampu membaca cepat dengan pemahaman yang komprehensif serta dapat membedakan antara gagasan utama dan gagasan pendukung.
  4. Mampu mengikuti dan menguasai berbagai paparan lisan dari penutur asli tanpa mengalami kesulitan.
  5. Mampu menguasai kosa kata, pola kalimat, dan gaya bahasa yang digunakan dalam berbagai karya sastra yang dipilih secara terprogram.
  6. Mengembangkan kemampuan pasif (reseptif/fahm) menjadi kemampuan aktif (ekspresif/ifham) siswa dalam bahasa Arab.
  7. Mampu menggunakan gaya bahasa yang baik pada berbagai mata pelajaran yang berbeda.
  8. Meningkatkan kemampuan menulis imla' dengan cepat.
  9. Melatih siswa dalam penggunaan kamus.
Sedangkan silabus untuk level 3 adalah sebagai berikut:
Penyajian 1000 kosa kata baru berikutnya (sebagai tambahan dari 1000 kosa kata pada level 1) dalam konteks yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi; disajikan dalam waktu 250 jam pelajaran (200 jam untuk PBM di kelas, dan 50 jam untuk drill dengan audio visual); ditambah 2 jam perhari untuk kegiatan individu atau kelompok untuk menghapal atau mengerjakan PR.
Adapun rincian materi kegiatannya adalah sebagai berikut:
  1. Membaca
  2. Mengarang
  3. Nushsush
  4. Latihan penerapan Nahwu dan Sharaf
  5. Latihan penggunaan kamus.
    Pembelajaran bahasa Arab level akhir
    Level ini dianggap sebagai level khusus, karena mengarah pada tujuan yang lebih dalam kehidupan yang lebih kompleks dalam berbagai seginya.
    Tujuan umum dari silabus ini adalah:
    1. Mengenalkan siswa lebih dalam lagi pada sastra Arab sampai pada tingkat kritik sastra
    2. Memperkaya kemampuan kebahasaan melalui peningkatan penguasaan berbagai gaya bahasa baik populer maupun gaya bahasa sastra
    3. Mengantarkan siswa agar berbicara atau menulis Arab secara refleks tanpa mengalami hambatan dan kesulitan berarti.
    4. Mengantarkan siswa agar memiliki karakter sendiri dalam ekspresi bahasa lisan maupun tulisan
    5. Meningkatkan minat siswa terhadap studi bahasa Arab
    6. Memiliki kemampuan membaca cepat dengan pemahaman yang utuh
    7. Dengan kemampuan pemahaman yang lebih komprehensif, siswa dapat diarahkan untuk menjadi ahli dalam pembelajaran bahasa Arab
    8. Mampu menggunakan berbagai kamus bahasa Arab
    Sedangkan silabus untuk level 3 adalah sebagai berikut:
    Penyajian 1000 kosa kata baru berikutnya (sebagai tambahan dari 1000 kosa kata pada level 1) dalam konteks yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi; disajikan dalam waktu 250 jam pelajaran (200 jam untuk PBM di kelas, dan 50 jam untuk drill dengan audio visual); ditambah minimal 2 jam perhari untuk kegiatan individu atau kelompok untuk menghapal atau mengerjakan PR, atau membaca ektensif, mendengarkan siaran radio, siaran televisi dan sebagainya.
    Adapun rincian materi dan kegiatannya adalah sebagai berikut:
  1. Membaca
  2. Mengarang
  3. Sastra Arab
  4. Nahwu dan Sharaf
  5. Penggunaan kamus

0 komentar:

Poskan Komentar